Proyek Kripto Keluarga Trump Hadapi Perlawanan Investor dan Tuduhan Manipulasi

Sedang Trending 1 minggu yang lalu

World Liberty Financial Inc., sebuah perusahaan kripto yang terafiliasi dengan keluarga Donald Trump, kini menghadapi protes keras dari para investor. Perlawanan ini mencuat akibat tuduhan bahwa proyek tersebut secara diam-diam membangun sistem kontrol yang memungkinkan pihak internal membekukan dana pemegang token, seperti dilaporkan Bloomberg pada Senin (13/4/2026).

Miliarder Justin Sun, salah satu pendukung awal yang telah menginvestasikan puluhan juta dolar AS ke World Liberty, secara terbuka menyebut proyek tersebut sebagai “perangkap yang menyamar sebagai pintu” melalui unggahannya di X pada Minggu (12/4/2026).

Kritik dari Sun ini semakin mempertebal kecaman terhadap proyek World Liberty yang menyetorkan token WLFI miliknya sendiri sebagai jaminan di platform pinjaman. Dari tindakan tersebut, World Liberty meminjam dana sebesar US$75 juta menggunakan token tersebut.

Para kritikus menilai langkah ini sebagai manuver bagi World Liberty untuk menarik dana tunai sebelum gelombang token dibebaskan ke pasar. Tindakan ini berpotensi membanjiri pasar dengan pasokan baru dan menekan harga token.

Meskipun demikian, World Liberty telah menolak keras kritik tersebut dan menyatakan dapat menambah jaminan untuk mencegah hal yang tidak diinginkan. David Wachsman, juru bicara proyek, pada Jumat (10/4/2026) menegaskan bahwa pihaknya tidak "menjual" posisi apa pun.

“Sunguh amat salah jika dikatakan bahwa World Liberty ‘menjual’ posisi apa pun: sebaliknya, kami justru memperkuat posisi kami sesuai dengan roadmap kami,” kata David Wachsman. Ia menambahkan, proyek tersebut telah melunasi US$25 juta dari pinjaman tersebut.

Wachsman juga mengatakan, “Kami berkomitmen pada manajemen risiko yang baik dan terus mengevaluasi posisi serta struktur jaminan kami, itulah sebabnya kami telah melunasi 33%.”

Namun, di tengah pernyataan tersebut, harga token WLFI telah anjlok lebih dari setengahnya sejak sebagian pasokannya dibuka untuk diperdagangkan tahun lalu. World Liberty telah menyetorkan 3 miliar token ke Dolomite, sebuah protokol pinjaman.

Dari penyetoran itu, mereka meminjam US$75 juta dalam bentuk stablecoin dengan jaminan token tersebut. Perlu dicatat, salah satu pendiri Dolomite, Cory Caplan, juga menjabat sebagai kepala teknologi (CTO) World Liberty.

Kekhawatiran muncul jika harga WLFI turun cukup jauh, posisi jaminan tersebut bisa dilikuidasi, yang berarti token akan membanjiri pasar dan mempercepat aksi jual. Hal ini dikhawatirkan banyak investor yang telah mengungkapkan kekhawatiran mereka di X.

“Sebagai sebuah proyek, menggunakan token sendiri sebagai jaminan pinjaman adalah hal yang sangat buruk. Hal itu menimbulkan rasa takut, keraguan, dan kemarahan di benak para investor,” ujar Morten Christensen, seorang investor WLFI yang juga mengelola AirdropAlert.com.

Austin Campbell, dosen tamu di NYU Stern School of Business dan pakar stablecoin, menilai, “Secara prinsip ini adalah tim World Liberty yang membebani investor ritel.”

World Liberty berdalih memiliki sumber daya keuangan yang cukup untuk mendukung posisinya. Melalui postingan di X pada Kamis (9/4/2026), proyek ini menyatakan, "sama sekali tidak mendekati likuidasi." Mereka menambahkan, "bahkan jika pasar bergerak secara drastis melawan kami, kami hanya akan menambah jaminan."

Selain masalah pinjaman, World Liberty juga mendapat reaksi negatif terkait proposal pengelolaan pada bulan Maret yang berpotensi mengurangi hak suara investor awal dalam keputusan-keputusan penting. Sun menuduh pemungutan suara proyek tersebut sebagai tipuan, di mana informasi penting disembunyikan dan hasilnya telah ditentukan.

Pada tahun 2025, Justin Sun juga sempat menuduh World Liberty memasukkan dompet token WLFI miliknya ke dalam daftar hitam. Hal ini mencegahnya mengakses koin-koinnya yang telah dibuka kuncinya.

Pihak World Liberty tidak menanggapi pertanyaan terkait klaim pemblokiran Sun. Terkait hal tersebut, proyek ini memposting di X pada Minggu (12/4/2026), "Kami memiliki buktinya. Kami memiliki kebenarannya."

World Liberty didirikan oleh Presiden Donald Trump dan putra-putranya. Keterkaitan citra presiden dengan kontroversi ini menimbulkan pertanyaan lebih luas tentang keterbukaan informasi, potensi konflik kepentingan, dan peran merek politik dalam proyek kripto yang didanai investor ritel.