PT SMI gelontorkan Rp70 miliar guna danai infrastruktur Singkawang

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Jakarta (ANTARA) -

PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) (PT SMI) menyalurkan pembiayaan senilai Rp70 miliar kepada Pemerintah Kota Singkawang untuk pembangunan 33 ruas jalan dan empat jembatan.

Pembiayaan ditujukan untuk meningkatkan konektivitas, mendorong pertumbuhan ekonomi, serta memperkuat pelayanan publik di wilayah tersebut.

“PT SMI telah menjalin kemitraan jangka panjang dengan Kota Singkawang, termasuk saat pandemi sebagai upaya menjaga stabilitas ekonomi daerah, dan hari ini kami melihat komitmen tersebut berlanjut melalui inisiatif pembiayaan yang produktif,” kata Direktur Pembiayaan Publik dan Pengembangan Proyek PT SMI Faaris Pranawa dalam keterangannya di Jakarta, Senin.

Ia menuturkan kerja sama ini merupakan bagian dari peran aktif PT SMI dalam menghadirkan solusi pembiayaan yang adaptif untuk pemerintah daerah.

“Pembangunan jalan dan jembatan ini bukan sekadar proyek fisik, melainkan fondasi untuk memperkuat konektivitas dan mendorong aktivitas ekonomi, khususnya di sektor jasa dan pariwisata. Bagi kami, pembiayaan bukanlah beban, melainkan instrumen percepatan pembangunan yang, jika dikelola dengan baik, akan menghasilkan manfaat ekonomi yang berkelanjutan,” tutur Faaris.

Pada tahun 2020, PT SMI telah menyalurkan pinjaman Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) senilai Rp200 miliar untuk percepatan pembangunan daerah melalui peningkatan jalan dan drainase, serta revitalisasi gedung berikut pengadaan meubelair dan media pembelajaran.

Pinjaman ini berdampak pada kelancaran konektivitas, peningkatan kualitas infrastruktur dasar, serta dukungan terhadap kegiatan pendidikan dan kesejahteraan masyarakat.

Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie menyampaikan apresiasi atas dukungan pembiayaan yang diberikan oleh PT SMI dalam mendukung pembangunan di daerahnya.

“Melalui pembiayaan ini, kami melihat potensi manfaat ekonomi yang akan berdampak pada peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), yang telah melalui kajian bersama Bappeda dan DPRD, serta mendapat persetujuan Kementerian Dalam Negeri. Kami berkomitmen melaksanakan pembangunan secara cepat, transparan, dan akuntabel sebagai wujud amanah untuk mendorong kemajuan daerah,” ujar Tjhai Chui Mie.

Dalam konteks fiskal daerah, Kota Singkawang masih menghadapi tantangan dalam memperkuat kemandirian keuangan, dengan rata-rata kontribusi PAD terhadap total pendapatan daerah sebesar 27,07 persen dalam tiga tahun terakhir.

Meskipun demikian, tren kinerja PAD menunjukkan pertumbuhan yang positif, dari Rp244,32 miliar pada tahun 2023 menjadi Rp305,26 miliar pada tahun 2025, atau tumbuh konsisten di atas 11 persne setiap tahunnya.

Melalui dukungan pembiayaan ini, pembangunan infrastruktur diharapkan tidak hanya memberikan manfaat dari sisi fisik, tetapi juga mampu memperkuat kapasitas fiskal daerah melalui peningkatan aktivitas ekonomi.

Hal ini pada akhirnya akan berdampak pada peningkatan PAD, penciptaan lapangan kerja, serta peningkatan daya saing Kota Singkawang sebagai salah satu pusat pertumbuhan di Kalimantan Barat.

Kepala Kantor Wilayah DJKN Kalimantan Barat Bernadette Yuliasari Mulyatno, turut menyampaikan bahwa sinergi antara pemerintah daerah dan lembaga pembiayaan menjadi kunci dalam mendorong optimalisasi pembangunan.

“Kota Singkawang memiliki posisi strategis di Kalimantan Barat dengan potensi ekonomi dan budaya yang kuat untuk menarik investasi dan menciptakan lapangan kerja. Pembiayaan ini menjadi langkah penting untuk meningkatkan konektivitas sekaligus memperkuat perekonomian daerah, didukung rekam jejak Pemerintah Kota Singkawang yang baik dalam pengelolaan pembiayaan sehingga mampu membangun kredibilitas fiskal," ujar Bernadette.

Kerja sama ini memperluas portofolio pembiayaan PT SMI kepada pemerintah daerah.

Hingga Maret 2026, total komitmen pembiayaan daerah PT SMI tercatat sebesar Rp37,44 triliun, dengan outstanding Rp15,25 triliun.

PT SMI akan terus mengakselerasi pembiayaan pembangunan sebagai upaya mendorong pemerataan dan pertumbuhan ekonomi yang inklusif di Indonesia.

Adapun perjanjian pembiayaan tersebut ditandatangani oleh Direktur Pembiayaan Publik dan Pengembangan Proyek PT SMI Faaris Pranawa, bersama Wali Kota Singkawang ​​​Tjhai Chui Mie, pada Senin, 27 April 2026 di kantor PT SMI, Sahid Sudirman Center, Jakarta.

Acara ini juga dihadiri oleh Wakil Wali Kota Singkawang, Muhammadin, Ketua DPRD Singkawang, Sujianto, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Kekayaan Negara Kalimantan Barat, Bernadette Yuliasari Mulyatno, Direktur Utama Bank Kalbar, Rokidi, serta pemangku kepentingan lainnya.

Baca juga: PT SMI gelontorkan pembiayaan Rp885 M guna urai kemacetan Surabaya

Pewarta: Bayu Saputra
Editor: Evi Ratnawati
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.