Jakarta -
Pemerintah bakal memberikan insentif untuk kendaraan listrik. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, insentif untuk kendaraan listrik diperlukan agar bisa mengurangi impor minyak yang semakin mahal.
Dikutip Antara, Purbaya mengatakan insentif kendaraan listrik diberikan untuk menekan impor bahan bakar minyak (BBM) di tengah harga minyak global yang diperkirakan masih tinggi. Purbaya memprediksi, harga minyak dunia tidak akan turun dalam waktu dekat.
"Kelihatannya perang masih panjang. Artinya, konsumsi BBM kita juga akan masih tinggi dan dengan harga yang lebih tinggi. Kalau saya bisa pindahkan ke listrik (lewat insentif untuk kendaraan listrik), itu akan mengurangi impor (BBM) kita dengan signifikan," kata Purbaya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, ada juga sistem kelistrikan PLN yang memiliki mekanisme take or pay. Artinya, PLN tetap membayar pembangkit sesuai kontrak meski listrik tidak seluruhnya terserap. Kelebihan kapasitas tersebut bisa dioptimalkan dengan penggunaan kendaraan listrik.
Sebelumnya, Purbaya mengungkap subsidi kendaraan listrik akan berlaku mulai tahun ini. Motor dan mobil listrik masing-masing mendapat kuota 100 ribu untuk tahap pertama.
Besaran subsidi untuk motor listrik diberikan Rp 5 juta. Sementara untuk mobil listrik belum dijelaskan lebih lanjut. Purbaya mengatakan pengumuman lebih detail akan dilakukan oleh Menteri Perindustrian dan Menteri Kordinator Perekonomian.
Purbaya juga menjelaskan mekanisme pemberian subsidi akan dibedakan berdasarkan jenis teknologi baterai yang digunakan. "Itu untuk yang utamanya EV. Bukan hybrid. Jadi yang baterainya berdasarkan nikel dan non-nikel akan berbeda skemanya. Tapi yang itu nanti (dijelaskan) Menteri Perindustrian," tambahnya.
Keputusan untuk memberikan subsidi lebih besar bagi kendaraan listrik berbasis nikel didasarkan pada strategi besar hilirisasi industri nasional. Indonesia, yang memiliki cadangan nikel melimpah, ingin memastikan sumber daya alam tersebut memberikan nilai tambah maksimal di dalam negeri.
"Kenapa saya pakai nikel yang besar subsidinya, karena supaya baterai kita kepakai," jelas Purbaya.
(rgr/dry)
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·