Makkah (ANTARA) - Pelaksana tugas (Plt) Kepala Pusat Kesehatan Haji (Kapuskeshaj) RI Dani Pramudy menekankan pentingnya pendampingan berkelanjutan bagi jamaah calon haji lansia yang mengalami disorientasi atau kebingungan setibanya di Tanah Suci.
"Yang paling penting, jangan ditinggal sendirian. Harus ada yang mendampingi di sampingnya, mengingatkan dia sedang berada di mana dan siapa yang mendampingi," ujar Dani di Makkah, Jumat.
Baca juga: Anggota DPR usul pemerintah buat "grand design" kesehatan jamaah haji
Menurut Dani, kondisi kebingungan tersebut jamak terjadi akibat faktor kelelahan perjalanan panjang, perubahan cuaca ekstrem, serta proses adaptasi di lingkungan baru.
Ia menyebutkan bahwa proses pemulihan orientasi tersebut umumnya membutuhkan waktu sekitar 24 hingga 48 jam.
Selama masa pemulihan, Dani mengimbau agar pendamping memastikan tiga hal utama terpenuhi bagi jamaah calon haji
Pertama adalah istirahat yang cukup dengan memberikan waktu tubuh untuk relaksasi total setelah penerbangan. Selanjutnya, asupan nutrisi dengan menjaga pola makan agar energi tetap terjaga.
Ketiga, adalah hidrasi. Jamaah calon haji harus memastikan kebutuhan cairan terpenuhi dengan banyak minum guna mempercepat pemulihan kesadaran spasial.
Setelah kondisi stabil, jamaah calon haji disarankan tidak langsung melakukan aktivitas berat.
Dani menganjurkan langkah adaptasi secara perlahan, mulai dari mengenali lingkungan hotel hingga berjalan ringan di sekitar pemondokan sebelum menuju Masjidil Haram untuk umrah wajib.
Baca juga: Pusat Kesehatan Haji dirikan pos kesehatan saat wukuf di Arafah
Baca juga: Pemerintah siapkan 57 ton obat untuk jamaah haji
“Tujuannya agar saat memasuki puncak haji di Arafah, jamaah benar-benar dalam kondisi fit,” ujar Dani.
Puskeshaj mengidentifikasi kelompok paling rentan mengalami disorientasi adalah jamaah calon haji berusia di atas 60 tahun, terutama mereka yang memiliki riwayat penurunan daya ingat serta penyakit penyerta, seperti diabetes mellitus dan hipertensi.
Guna menjamin keamanan ibadah, petugas kesehatan berkomitmen untuk terus melakukan pemantauan intensif terhadap jamaah calon haji berisiko tinggi (risti) hingga seluruh rangkaian ibadah haji selesai.
Pewarta: Citro Atmoko
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·