Moskow (ANTARA) - Presiden Rusia Vladimir Putin, Kamis (14/5), mengatakan Moskow ingin menciptakan dan memperluas aliansi teknologi saling menguntungkan dengan negara-negara lain meskipun ada sanksi Barat dan tekanan eksternal.
Berbicara saat kongres peringatan 10 tahun Persatuan Pembuat Mesin Rusia di Moskow, Putin mengatakan dengan menggabungkan potensi intelektual dan sumber daya lain dari berbagai negara berdasarkan rasa saling menghormati kepentingan "akan membuka peluang tambahan".
"Kami bermaksud untuk menciptakan dan memperluas aliansi saling menguntungkan dengan negara-negara lain dan mendukung inisiatif dari mitra asing yang menggunakan mesin, peralatan, dan platform teknologi Rusia," kata Putin.
Baca juga: Putin: Interaksi Rusia-China faktor terpenting hubungan internasional
Putin mengatakan industri permesinan Rusia bisa memperkuat posisinya di pasar domestik dan luar negeri, meskipun terkendala sanksi dan putusnya hubungan dengan beberapa mitra asing.
Menurut Putin, produksi manufaktur Rusia pada 2025 meningkat 25 persen dibandingkan dengan tingkat pra-sanksi pada 2021, sementara produksi industri secara keseluruhan meningkat sebesar 12 persen selama periode yang sama.
"Dan secara lebih luas, produksi industri di Rusia pada 2025 12 persen lebih tinggi daripada 2021. Saya ingin mengatakan bahwa terlepas dari semua kesulitan beberapa tahun terakhir, para pembuat mesin Rusia telah beroperasi dalam kondisi yang menantang, termasuk putusnya hubungan dengan beberapa mitra asing dan tekanan eksternal dari negara-negara yang tidak bersahabat," jelasnya.
Baca juga: Putin serukan pembangunan dunia bebas senjata nuklir
Namun demikian, tambah Putin, dalam keadaan kini, perusahaan-perusahaan Rusia, para manajer, dan karyawannya telah menunjukkan fleksibilitas dan kemampuan untuk menerapkan pendekatan yang non-konvensional.
Putin mengatakan tantangan yang dihadapi Rusia menyoroti pentingnya memproduksi produk-produk penting secara mandiri dan mempertahankan infrastruktur teknologi dalam negeri.
"Sekali lagi, saya ingin menekankan bahwa sambil memperkuat kedaulatan teknologi kami. Kami tidak akan mengisolasi diri, sebaliknya, kami bermaksud untuk menciptakan dan memperluas aliansi saling menguntungkan dengan negara-negara lain," ujarnya.
Dia juga menyerukan untuk mempelajari pengalaman teknologi domestik dan asing untuk membantu memperkenalkan inovasi terbaik ke dalam industri Rusia.
Sumber: Anadolu
Baca juga: Temui Prabowo, Rosatom tawarkan kerja sama energi nuklir damai di RI
Baca juga: Rosatom pertimbangkan bangun pembangkit nuklir di Bulan
Penerjemah: Cindy Frishanti Octavia
Editor: Fransiska Ninditya
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
58 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·