Administrasi Negara untuk Regulasi Pasar (SAMR) China menjatuhkan denda total 3,6 miliar yuan atau sekitar US$528 juta kepada sejumlah platform pengiriman makanan raksasa pada Jumat, 19 April 2026. Sanksi ini diberikan karena kegagalan perusahaan dalam menyaring pedagang tidak resmi.
Dilansir dari Bloombergtechnoz, platform yang terkena sanksi mencakup Alibaba Group Holding Ltd, PDD Holdings Inc, Meituan, JD.com Inc, dan Douyin milik ByteDance Ltd. Penegakan hukum ini melibatkan penyitaan pendapatan yang dihasilkan dari praktik penggunaan platform yang tidak tepat oleh pedagang.
Langkah tegas ini merupakan denda terbesar bagi sektor platform pengiriman sejak revisi Undang-Undang Keamanan Pangan China pada 2015. Investigasi pemerintah daerah menemukan fenomena pengiriman fiktif dengan penggunaan lokasi palsu serta lisensi pemerintah yang dipalsukan oleh oknum pedagang.
SAMR mengungkapkan bahwa perusahaan-perusahaan tersebut melanggar kewajiban undang-undang karena tidak memiliki proses peninjauan ketat terhadap mitra dagang. Selain denda korporasi, regulator juga mendenda eksekutif penanggung jawab keamanan pangan di platform tersebut dengan total 19,7 juta yuan.
PDD Holdings dilaporkan sempat menghalangi proses penegakan regulasi dengan menolak menyediakan dokumen pendukung. Bahkan, sempat terjadi insiden fisik antara karyawan perusahaan tersebut dengan petugas pemeriksa di kantor PDD di Shanghai pada akhir tahun 2025.
"pesan antar fiktif," berjanji akan memperketat pengawasan, menstandarisasi operasi, dan memperkuat komitmen tanggung jawab sosialnya, ujar PDD.
Pihak perusahaan menyatakan telah menerima keputusan sanksi administratif tersebut melalui unggahan di akun resmi Weibo. Meituan juga memberikan respons resmi terkait langkah hukum yang diambil oleh pihak otoritas pasar China.
"memperkuat kepatuhan dan memberantas praktik ilegal guna menjamin keamanan pengiriman makanan," tutur Meituan.
Perusahaan tersebut kini mulai menjalankan langkah-langkah sistem tata kelola pengiriman yang baru. Sementara itu, Douyin menyatakan komitmennya untuk bekerja sama dengan pedagang dalam meningkatkan kualitas layanan sesuai standar regulasi.
"mematuhi persyaratan regulasi secara ketat, memperkuat tata kelola kepatuhan, dan bekerja sama dengan pedagang untuk meningkatkan kualitas layanan," kata Douyin.
Taobao Flash Sales milik grup Alibaba turut menegaskan kepatuhan penuh terhadap inspeksi komprehensif yang dilakukan pemerintah. Fokus utama perusahaan adalah menindak praktik ilegal untuk menjamin keamanan pangan bagi seluruh konsumen platform.
"sepenuhnya mematuhi sanksi regulasi, melakukan inspeksi komprehensif, memperkuat kepatuhan platform secara berkelanjutan, dan menindak praktik ilegal untuk memastikan keamanan pangan," tulis Taobao Flash Sales.
Sektor pengiriman instan di China diketahui tengah menghadapi persaingan harga yang sangat agresif sepanjang setahun terakhir. Kondisi ini memicu pengawasan ketat dari otoritas untuk melindungi kepentingan pedagang resmi dan hak-hak konsumen di pasar digital.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·