Rekaman Bocor Ungkap Menlu Hongaria Tawarkan Dokumen Uni Eropa ke Rusia

Sedang Trending 4 hari yang lalu

Menteri Luar Negeri Hongaria, Peter Szijjarto, dilaporkan menawarkan dokumen internal Uni Eropa terkait proses aksesi Ukraina kepada Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov, pada Rabu, 8 April 2026. Skandal ini mencuat setelah konsorsium media termasuk VSquare.org merilis rekaman audio yang menunjukkan kedekatan hubungan antara kedua pejabat tersebut.

Audio tersebut menjadi bagian dari serangkaian kebocoran dokumen yang menuduh pemerintahan Perdana Menteri Viktor Orban kerap bertindak untuk kepentingan Moskow. Dalam rekaman tersebut, Szijjarto terdengar menanggapi permintaan Lavrov mengenai isu bahasa minoritas dalam diskusi Uni Eropa dengan memberikan kepastian pengiriman dokumen.

"Saya akan mengirimkannya kepada Anda. Ini tidak masalah," kata Peter Szijjarto, Menteri Luar Negeri Hongaria, sebagaimana dilansir dari laporan VSquare.org. Pernyataan tersebut muncul di tengah upaya Uni Eropa yang sedang gencar mengisolasi Rusia pasca konflik di Ukraina.

Menanggapi beredarnya rekaman itu, Szijjarto mengecam keras kejadian tersebut dan menyebut penyadapan terhadap komunikasinya sebagai sebuah skandal besar. Sementara itu, Perdana Menteri Viktor Orban telah memerintahkan dimulainya penyelidikan resmi guna mengusut asal-usul kebocoran audio yang mengguncang stabilitas diplomatik Budapest tersebut.

Kebocoran ini terjadi di titik kritis politik dalam negeri Hongaria, tepatnya beberapa hari menjelang pemilihan parlemen nasional. Orban saat ini sedang menghadapi tantangan dari kelompok oposisi pro-Uni Eropa yang berambisi untuk menggeser arah kebijakan luar negeri Hongaria agar menjauh dari pengaruh Moskow.

Informasi yang dirilis melalui platform VSquare.org tersebut juga mengklaim bahwa pemerintah Hongaria secara sistematis telah menghambat beberapa inisiatif bantuan Uni Eropa untuk Ukraina. Hingga saat ini, pihak otoritas Budapest belum memberikan rincian lebih lanjut mengenai prosedur pengamanan dokumen rahasia negara pasca insiden tersebut.