Rokid boyong kacamata AI ke Indonesia, bisa jadi asisten serba bisa

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Jakarta (ANTARA) - Jenama teknologi asal China, Rokid, secara resmi memboyong kacamata pintar yang dilengkapi kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) besutannya bernama Rokid AI Glasses ke pasar Indonesia.

Melalui mitra resminya PT. Denka Pratama Indonesia, Rokid AI Glasses dihadirkan dengan harapan bisa memberikan lebih banyak pilihan gawai bertenaga AI bagi masyarakat Indonesia yang kini mulai terbiasa memanfaatkan teknologi ini.

"Rockid AI Glasses ini menggabungkan AI dan wearable technology dalam satu ekosistem. Dari mulai komunikasi, navigasi, AI assistant, teleprompting, foto sampai video," kata Brand Manager of Rokid Indonesia Wiranata Mulya pada peluncuran perdana Rockid AI Glasses di Jakarta, Senin.

Baca juga: Google siapkan kacamata pintar Android XR bersama Gucci

Membedah spesifikasi, kacamata pintar ini menggunakan material titanium plastic dan titanium alloy membuatnya tetap ringan tapi cukup kokoh dengan bobot 49 gram.

Untuk layarnya, Rokid melengkapi kacamata ini dengan layar microLED yang menghadirkan kecerahan puncak 1500 nits dan 10 level peredupan. Layar ini nantinya menampilkan tampilan tulisan berwarna hijau.

Bagi pengguna yang memiliki masalah kelainan mata miopi atau rabun jauh, pengguna juga bisa melengkapi kacamata ini dengan lensa yang diresepkan oleh dokter mata.

Kacamata ini juga mendukung akses audio dengan dual directional AAC speakers, dengan teknologi ini pengguna bisa mendengarkan lagu melalui gawai ini ketika melakukan kegiatan aktif termasuk saat bersepeda ataupun berlari santai.

Baca juga: Apple uji empat desain kacamata pintar yang akan dirilis 2027

Brand Manager of Rokid Indonesia Wiranata Mulya dalam peluncuran Rokid AI Glasses di Jakarta, Senin (27/4/2026). (ANTARA/Livia Kristianti)

Membahas fitur, karena kacamata ini terintegrasi AI generatif pengguna dapat mengerjakan beberapa tugas selayaknya dibantu asisten AI. Adapun salah satu AI yang terintegrasi dengan gawai ini adalah ChatGPT milik OpenAI.

Salah satu fitur AI yang bisa dirasakan membantu pengguna adalah Visual Intelligence, pengguna bisa menanyakan informasi lengkap kepada AI tentang apa yang dilihat di depan matanya secara langsung ketika mengalami kebingungan.

Fitur AI lainnya adalah real-time translation, fitur ini akan sangat berguna ketika pengguna berkomunikasi dengan orang lain menggunakan bahasa yang berbeda.

Baca juga: Huawei isyaratkan kacamata AI, tampilkan hasil foto kameranya

Misalnya pengguna bisa meminta menterjemahkan percakapan secara langsung dari Bahasa Jepang ke Bahasa Indonesia. Nantinya terjemahan percakapan bisa dilihat lewat teks di layar kacamata.

Kacamata pintar ini juga dikenalkan memiliki kamera berukuran 12 MP yang dapat digunakan mengambil foto maupun video dengan visual yang bersih dan apik.

Foto maupun video yang diambil dengan kacamata ini nantinya bisa tersimpan dan dilihat pengguna lewat aplikasi Hi Rokid yang tersedia di Google Playstore maupun Apps Store.

Dalam hal daya, gawai ini memiliki baterai sebesar 210 mAh dengan ketahanan 8-10 jam penggunaan setiap harinya.

Baca juga: Nothing dikabarkan bakal luncurkan kacamata pintar dan earbuds

Tampilan Rokid Max 2 yang dikenalkan dalam peluncuran kacamata cerdas Rokid AI Glasses untuk pasar Indonesia di Jakarta, Senin (27/4/2026). (ANTARA/Livia Kristianti)

Selain Rokid AI Glasses, Rokid juga memperkenalkan Rokid AI Glasses Style dan Rokid Max 2 sebagai gawai lainnya untuk masuk ke pasar Indonesia.

Rokid AI Glasses kini sudah tersedia di Indonesia seharga Rp11.649.000 yang dapat dibeli secara daring di e-commerce Tokopedia, Shopee, dan Blibli.

Pembelian secara langsung dapat dilakukan melalui beberapa gerai seperti Erafone, Blibli store, Urban Republic, Digi Store, serta distributor resmi Denka Pratama Indonesia lainnya.

Baca juga: Kacamata pintar Meta diwartakan akan ditambahi fitur pengenalan wajah

Pewarta: Livia Kristianti
Editor: Siti Zulaikha
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.