RSCM-SCL Group perkenalkan liquid biopsy guna deteksi dini kanker

Sedang Trending 1 jam yang lalu
...Teknologi tersebut memungkinkan identifikasi potensi kanker melalui sampel darah bahkan sebelum gejala klinis muncul

Jakarta (ANTARA) - Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Cipto Mangunkusumo dan SCL Group Korea Selatan bekerja sama dalam pengembangan layanan diagnostik modern berbasis teknologi, salah satunya inovasi deteksi dini kanker berbasis teknologi biopsi cair (liquid biopsy) bertajuk Cancer Find.

Direktur Utama RSUP Cipto Mangunkusumo dr. Supriyanto Dharmoredjo mengatakan di Jakarta, Senin, bahwa teknologi tersebut memungkinkan identifikasi potensi kanker melalui sampel darah bahkan sebelum gejala klinis muncul. Adapun dari SCL Group akan memberikan pelatihan selama 6 bulan hingga setahun agar sumber daya manusia dapat mengoperasikan teknologi itu.

Saat ini, metode tersebut telah dikembangkan untuk mendeteksi sedikitnya 12 jenis kanker, antara lain kanker paru, payudara, kolorektal, hati, pankreas, lambung, dan ovarium.

"Kita sudah ada pengampuan, program pemerintah itu pengampuan kanker. Jadi nanti jejaringnya itu nanti yang akan sampai puskesmas ya. Deteksi dini dari puskesmas bisa," kata Supriyanto.

Dia menjelaskan bahwa pemerintah memiliki program untuk penanganan penyakit kanker, jantung, stroke, dan uronefrologi (KJSU). Langkah ini menjadi salah satu upaya memperkuat layanan tersebut.

Baca juga: BPJS Kesehatan: Kasus kanker payudara naik 860 ribu pada 2021-2025

Dalam kesempatan yang sama, Komisaris Utama SCL Group Lee Kyoung Ryul mengatakan, biopsi cair menggunakan teknologi yang presisi sehingga dapat menemukan risiko kanker dari sampel darah seseorang.

Penggunaan biopsi cair menjadi salah satu poin kerja sama dalam nota kesepahaman (MoU) antara RSCM dan SCL Group. MoU tersebut menjadi langkah strategis dalam memperkuat pengembangan layanan diagnostik modern berbasis teknologi serta memperluas jejaring kolaborasi kesehatan antara Indonesia dan Korea Selatan.

MoU tersebut mencakup pengembangan layanan pemeriksaan diagnostik lanjutan, pertukaran keilmuan dan teknologi medis, serta pelaksanaan penelitian bersama yang berorientasi pada peningkatan mutu layanan kesehatan.

Kolaborasi ini juga diarahkan untuk memperkuat implementasi pendekatan kedokteran preventif sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat secara berkelanjutan.

Kerja sama ini merupakan kolaborasi perdana antara RSCM dan institusi kesehatan Korea Selatan dalam bidang diagnostik medis. Kehadiran kemitraan ini diharapkan menjadi fondasi penting bagi penguatan hubungan kelembagaan sektor kesehatan kedua negara sekaligus membuka peluang transfer teknologi medis berstandar internasional ke Indonesia.

Baca juga: Penanganan kanker butuh strategi progresif dan berorientasi pasien

Baca juga: Dokter sebut vaksin HPV tetap ampuh bagi wanita yang sudah melahirkan

Pewarta: Mecca Yumna Ning Prisie
Editor: Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.