Jakarta (ANTARA) - Nilai tukar rupiah pada penutupan perdagangan hari ini menguat 18 poin atau 0,10 persen menjadi Rp17.211 per dolar AS dari penutupan sebelumnya di level Rp17.229 per dolar AS.
Pengamat ekonomi mata uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi menilai penguatan rupiah dipengaruhi potensi pembicaraan damai antara Iran dengan AS.
“Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi diperkirakan akan tiba di Islamabad pada Jumat (1/5) malam untuk membahas proposal untuk melanjutkan pembicaraan damai dengan AS setelah pembicaraan gagal awal pekan ini,” ucapnya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin.
Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa Iran mengajukan proposal baru untuk membuka kembali Selat Hormuz dan mengakhiri perang.
Baca juga: BI nilai kode etik pelaku pasar keuangan krusial demi kredibilitas
Sebelumnya, pasar khawatir akan peningkatan eskalasi militer di kawasan tersebut, sehari pasca Iran merilis rekaman pasukan komando yang menaiki kapal kargo di Selat Hormuz.
“Navigasi melalui Selat Hormuz, yang sebelum perang mengangkut sekitar seperlima produksi minyak global, tetap terblokir secara efektif. Penangkapan dua kapal kargo oleh Iran menyoroti kesulitan Washington dalam upaya mengendalikan jalur tersebut. Hanya lima kapal, termasuk sebuah kapal tanker produk minyak Iran, yang telah melewati Selat Hormuz dalam 24 jam terakhir,” ungkap Ibrahim.
Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada hari ini juga bergerak menguat ke level Rp17.277 per dolar AS dari sebelumnya Rp17.278 per dolar AS.
Pewarta: M Baqir Idrus Alatas
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·