Rupiah Sentuh Level Terlemah Sepanjang Masa pada Kamis 23 April 2026

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) merosot ke level terlemah sepanjang masa setelah sempat menyentuh angka Rp17.321 pada pembukaan perdagangan Kamis, 23 April 2026. Pelemahan tajam ini terjadi di tengah lonjakan harga minyak mentah dunia yang mulai mengancam stabilitas fiskal nasional.

Berdasarkan data perdagangan pasar spot, mata uang Garuda tercatat ditutup melemah sebesar Rp105 atau 0,61 persen ke posisi Rp17.286 per dolar AS. Sementara itu, kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) menunjukkan depresiasi yang lebih dalam sebesar 0,75 persen ke level Rp17.308 per dolar AS.

Koreksi harian yang terjadi pada hari ini merupakan penurunan yang paling signifikan dalam kurun waktu tujuh bulan terakhir. Selain dipicu oleh faktor domestik terkait kesehatan fiskal, tekanan terhadap aset-aset Indonesia juga diperparah oleh penguatan indeks dolar AS yang terus naik dalam tiga hari berturut-turut ke level 98,67.

Kondisi ini menempatkan rupiah dalam tren negatif yang serupa dengan mayoritas mata uang di kawasan Asia. Baht Thailand menjadi mata uang dengan penurunan terdalam di kawasan sebesar 0,65 persen, diikuti oleh peso Filipina yang melemah 0,59 persen dan rupee India sebesar 0,34 persen.

Mata uang regional lainnya seperti ringgit Malaysia, dolar Taiwan, dan yen Jepang juga terpantau loyo terhadap greenback. Tercatat hanya dolar Hong Kong yang mampu bertahan di zona hijau dengan penguatan tipis sebesar 0,001 persen di tengah gempuran dolar AS.

Merespons situasi tersebut, Bank Indonesia menyatakan telah meningkatkan intensitas intervensi di pasar valuta asing. Langkah ini diambil oleh otoritas moneter guna memastikan stabilitas nilai tukar tetap terjaga dan meminimalisir volatilitas yang berlebihan di pasar spot maupun pasar forward.