Rusia dilaporkan telah memulihkan aktivitas ekspor minyak mentah jenis Urals dari sejumlah pelabuhan utama di wilayah barat pada Rabu (22/4/2026). Langkah ini dilakukan untuk menggenjot kembali volume pengiriman yang sempat merosot tajam akibat serangan pesawat tak berawak milik Ukraina di beberapa fasilitas strategis.
Aktivitas pemuatan di dermaga Primorsk, Ust-Luga di Baltik, serta Novorossiysk di Laut Hitam kini telah kembali beroperasi normal dilansir dari Bloombergtechnoz. Sebelumnya, serangan tersebut telah menyebabkan gangguan operasional berminggu-minggu yang memicu penurunan volume pengiriman hingga mencapai level terendah sejak Agustus tahun lalu.
Data pelacakan tanker menunjukkan bahwa aliran minyak mentah dalam periode empat minggu hingga 19 April turun menjadi 3,11 juta barel per hari. Angka tersebut mencerminkan penurunan sekitar 500.000 barel per hari dibandingkan bulan sebelumnya akibat dampak kerusakan infrastruktur dan hambatan logistik.
Meskipun terdapat kendala operasional, pendapatan Moskwa dari sektor energi justru mengalami lonjakan signifikan yang didorong oleh kenaikan harga minyak global. Kondisi ini dipicu oleh ketegangan di Timur Tengah serta penutupan jalur pelayaran utama di Selat Hormuz yang membatasi pasokan dunia.
Pemerintah Amerika Serikat di bawah kepemimpinan Presiden Donald Trump turut memberikan dampak pada arus kas Rusia dengan memperpanjang pengecualian sanksi pembelian minyak. Kebijakan ini memungkinkan transaksi untuk minyak yang dimuat sebelum 17 April tetap berjalan, meskipun sebelumnya terdapat sinyal penghentian lisensi.
Situasi pasar menunjukkan harga Urals di Laut Baltik naik menjadi US$98,54 per barel, sementara kargo di Laut Hitam mencapai US$96,86 per barel. Di sisi lain, harga pengiriman minyak mentah Rusia di India tercatat mengalami kenaikan tajam hingga menyentuh angka US$130,01 per barel menurut data Argus Media.
Upaya pemulihan ini juga mencakup rencana pengaktifan kembali jalur pipa melalui Ukraina menuju Hongaria yang sempat dibom pada Januari lalu. Jika uji coba hari ini berhasil, Rusia diperkirakan dapat mengalihkan sebagian volume ekspor lautnya kembali melalui jalur pipa darat tersebut.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·