Militer Rusia meluncurkan gelombang serangan udara besar-besaran ke sejumlah kota di Ukraina pada Kamis, 16 April 2026, yang mengakibatkan sedikitnya 15 orang tewas. Serangan rudal dan drone yang berlangsung semalam tersebut menyasar wilayah padat penduduk di Kyiv, Dnipro, Odesa, dan Kharkiv.
Laporan dari Pertahanan Udara Ukraina menunjukkan bahwa pasukan Rusia melepaskan lebih dari 40 rudal balistik serta rudal jelajah dalam operasi tersebut. Selain itu, terdapat lebih dari 650 drone dari berbagai jenis yang dikerahkan untuk menembus benteng pertahanan udara pemerintah setempat.
Sebanyak belasan korban jiwa dan puluhan warga luka-luka dikonfirmasi oleh otoritas setempat menyusul gempuran yang dilansir dari Bloombergtechnoz ini. Layanan Darurat Negara memberikan penekanan bahwa beberapa anak termasuk di antara korban yang meninggal dunia akibat kerusakan bangunan di area pemukiman.
Pihak militer Ukraina mengategorikan serangan di pertengahan April ini sebagai salah satu tekanan udara terberat yang harus dihadapi sepanjang tahun 2026. Kerusakan infrastruktur dilaporkan terjadi secara luas, memicu pengerahan tim tanggap darurat ke berbagai titik lokasi ledakan untuk mengevakuasi korban.
"Pos komando operasional telah dikerahkan ke lapangan di seluruh kota yang terdampak," kata Oleksiy Kuleba, Wakil Perdana Menteri Ukraina, melalui pernyataan resminya di saluran Telegram.
Kuleba menambahkan bahwa saat ini tim penyelamat, petugas layanan pemerintah kota, dan tenaga medis terus bekerja di lokasi kejadian untuk memberikan bantuan darurat. Seluruh unit terkait juga masih melakukan pendataan terhadap total kerusakan properti dan infrastruktur publik yang hancur akibat ledakan tersebut.
5 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·