Saham Grup Prajogo Pangestu Anjlok Tekan Pergerakan IHSG

Sedang Trending 39 menit yang lalu

Saham-saham milik konglomerat Prajogo Pangestu mengalami penurunan tajam pada sesi satu perdagangan Kamis (21/5/2026) akibat sentimen negatif keluarnya sejumlah emiten grup tersebut dari indeks global Morgan Stanley Capital International.

Pelemahan ini menjadi salah satu faktor utama yang menekan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hingga terpuruk sebesar 2,78 persen ke level 6.143,023 menjelang penutupan sesi satu, dilansir dari Money.

Berdasarkan data perdagangan, saham PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) langsung menyentuh batas auto reject bawah setelah anjlok 14,66 persen ke level Rp 2.270 dengan nilai transaksi mencapai Rp 161,80 miliar.

Koreksi signifikan juga melanda PT Barito Pacific Tbk (BRPT) yang merosot 13,08 persen ke posisi 1.495, serta PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) yang turun 11,47 persen ke level Rp 2.470.

Emiten lain seperti PT Petrosea Tbk (PTRO) melemah 12,25 persen ke posisi Rp 3.510, disusul PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) yang turun 11,02 persen menjadi Rp 525.

Penurunan saham grup ini digenapi oleh PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) yang terkoreksi 8,23 persen ke area Rp 725, membuat deretan saham tersebut merosot hingga 50 bahkan 75 persen dari posisi puncaknya sepanjang tahun berjalan.

Kejatuhan massal ini berdampak luas pada pasar modal, di mana mayoritas sebanyak 591 saham berada di zona merah dengan total nilai transaksi pasar mencapai Rp 9,345 triliun.

Kondisi pasar yang didominasi aksi jual tersebut pada akhirnya memangkas total nilai kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia menjadi Rp 10.635,303 triliun.