Saham PTBA Menguat 3,09 Persen Saat Perusahaan Fokus Ekspansi Proyek

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Harga saham PT Bukit Asam Tbk (PTBA) ditutup melonjak sebesar 3,09 persen ke level Rp 3.000 pada perdagangan Rabu (22/4/2026) di tengah rencana perseroan memprioritaskan arus kas untuk pengembangan proyek infrastruktur strategis jangka panjang.

Volume perdagangan emiten anggota Grup MIND ID ini mencapai 26,32 juta lembar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp 78,16 miliar dan aksi beli bersih investor asing senilai Rp 21,37 miliar. Berdasarkan data yang dihimpun dari koranmanado.co.id dan investor.id, penguatan ini melanjutkan tren positif setelah pada hari sebelumnya asing juga membukukan net buy sebesar Rp 25,22 miliar.

Akumulasi investor asing pada saham PTBA tercatat cukup konsisten dengan total mencapai Rp 888,05 miliar dalam periode tiga bulan terakhir, yang mendorong kenaikan harga saham hingga 18,58 persen. CGS International Sekuritas merekomendasikan beli spekulatif untuk perdagangan Kamis (23/4/2026) dengan target harga jangka pendek di kisaran 3.060 hingga 3.120.

Direktur Utama PTBA, Arsal Ismail, memberikan sinyal mengenai pergeseran prioritas alokasi dana internal perusahaan guna mendukung proyek ekspansi tahun ini. Langkah ini menjadi sorotan investor karena perseroan dikenal memiliki rasio pembayaran dividen konsisten sebesar 75 persen dalam dua tahun buku terakhir.

"Mengenai besarannya yaitu ranahnya pemegang saham. Tapi, ancar-ancarnya kami berharap, apapun keputusan dari pemegang saham tentunya kami ikuti," kata Arsal Ismail, Direktur Utama PTBA.

Pihak manajemen menyatakan keinginan agar ketersediaan arus kas perusahaan tidak sepenuhnya didistribusikan sebagai dividen, melainkan digunakan untuk mendanai proyek seperti PLTU 1,25 GW di Mempawah dan reaktivasi Tambang Ombilin. Perseroan telah merealisasikan belanja modal sebesar Rp 4,55 triliun untuk infrastruktur, termasuk proyek angkutan kereta api Tanjung Enim-Kramasan.

"Nah, mengenai besarannya yaitu ranahnya pemegang saham. Tapi, ancar-ancarnya kami berharap, apapun keputusan dari pemegang saham tentunya kami ikuti," ucap Arsal Ismail, Direktur Utama PTBA.

Strategi cost leadership melalui penambangan selektif dan optimasi rantai pasok menjadi fokus utama manajemen untuk menjaga daya saing di pasar energi global. PTBA membidik target operasional produksi dan penjualan sebesar 49,5 juta ton untuk tahun buku 2026 setelah meraih laba bersih Rp 2,93 triliun pada tahun 2025.

"PTBA optimistis dapat menjaga kinerja positif yang berkelanjutan untuk berkontribusi pada perekonomian bangsa serta menjaga ketahanan energi nasional," tutup Arsal Ismail, Direktur Utama PTBA.