Saham Teknologi Wall Street Cetak Rekor Berkat Optimisme AI

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Indeks S&P 500 dan Nasdaq mencetak rekor penutupan tertinggi baru pada perdagangan Kamis (14/5/2026) setelah dipicu oleh lonjakan saham sektor teknologi. Penguatan bursa saham Amerika Serikat ini terjadi di tengah optimisme pasar terhadap perkembangan kecerdasan buatan dan pertemuan diplomatik tingkat tinggi di Beijing.

Ketiga indeks utama Wall Street mengakhiri sesi di zona hijau sebagaimana dilansir dari Money yang mengutip Reuters pada Jumat (15/5/2026). Indeks Dow Jones Industrial Average juga menunjukkan performa kuat dengan posisi penutupan hanya 0,3 persen di bawah rekor tertinggi sepanjang masa yang pernah diraih pada Februari lalu.

Statistik Penutupan Indeks Wall Street 14 Mei 2026IndeksLevel PenutupanKenaikan PoinPersentase
Dow Jones50.063,46370,260,75%
S&P 5007.501,2456,990,77%
Nasdaq Composite26.635,22232,880,88%

Senior Portfolio Manager Dakota Wealth Robert Pavlik memberikan pandangannya mengenai tren positif yang sedang berlangsung di pasar modal saat ini. Ia mencatat adanya dinamika psikologis di kalangan investor yang berupaya memaksimalkan momentum keuntungan.

"Semua orang bertanya sampai kapan reli ini akan berlangsung. Banyak investor menikmati reli ini, tetapi di saat yang sama juga mulai waswas," ujar Robert Pavlik, Senior Portfolio Manager Dakota Wealth.

Pavlik menambahkan bahwa para pelaku pasar merasa sulit untuk tetap pasif dalam kondisi tren penguatan yang agresif tersebut. Menurutnya, investor tidak bisa hanya menunggu di pinggir pasar ketika indeks terus mencetak rekor tertinggi baru.

Fokus pasar juga tertuju pada pertemuan Presiden Donald Trump dengan Presiden Xi Jinping di China guna membahas isu perdagangan serta keamanan jalur energi. Trump didampingi oleh sejumlah tokoh industri teknologi besar seperti Elon Musk dan Jensen Huang dalam kunjungan tersebut.

Sentimen positif tambahan datang dari sektor semikonduktor setelah adanya pelonggaran kebijakan perdagangan terkait cip H200. Hal ini direspons positif oleh para pengelola dana yang berharap pada stabilitas hubungan ekonomi kedua negara.

"Kami senang melihat kedua pemimpin menunjukkan nada kolaboratif dan berharap itu berlanjut menjadi kesepakatan jangka panjang," ucap Michael Monaghan, Portfolio Manager Founder ETFs.

Dari sektor korporasi, saham Nvidia melonjak 4,4 persen, sementara saham Cisco melesat 13,4 persen mencapai rekor tertinggi usai pengumuman restrukturisasi karyawan dan proyeksi pendapatan. Namun, saham Boeing justru terkoreksi 4,7 persen meskipun terdapat kabar mengenai komitmen pembelian pesawat oleh pihak China.

Kondisi ekonomi makro menunjukkan penjualan ritel AS bergerak sesuai ekspektasi, meski inflasi akibat kenaikan harga energi masih membayangi. Presiden The Fed Kansas City Jeffrey Schmid memberikan peringatan mengenai stabilitas harga di tengah ketangguhan ekonomi yang ada.

"Inflasi masih menjadi risiko paling mendesak bagi ekonomi AS meskipun kondisi ekonomi dinilai tetap tangguh," ujar Jeffrey Schmid, Presiden The Fed Kansas City.

Penutupan pasar juga diwarnai dengan variasi pergerakan saham cip lainnya, di mana Qualcomm dan Intel mengalami penurunan. Sementara itu, perusahaan cip AI Cerebras mencatatkan lonjakan signifikan sebesar 68,2 persen pada hari pertama perdagangannya di bursa.