Sari Yuliati Serahkan Bantuan Irigasi Pertanian di Lombok

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Wakil Ketua DPR RI Koordinator Bidang Ekonomi dan Keuangan, Sari Yuliati, menyerahkan bantuan irigasi persawahan bagi masyarakat Desa Penujak, Praya Barat, Lombok, Nusa Tenggara Barat pada Minggu (03/05/2026). Langkah ini dilakukan sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan nasional serta memberikan dukungan nyata bagi para petani di wilayah tersebut.

Sebagaimana dilansir dari Detikcom, penyerahan bantuan ini dipandang sebagai momentum strategis untuk menegaskan keberpihakan negara terhadap kesejahteraan sektor pertanian. Sari Yuliati menilai bahwa pembangunan maupun rehabilitasi jaringan irigasi bukan sekadar pengerjaan fisik, melainkan bentuk investasi yang berdampak langsung pada urat nadi ekonomi rakyat.

Politisi dari daerah pemilihan Nusa Tenggara Barat II tersebut menegaskan bahwa alokasi Dana APBN pada sektor pertanian wajib dipastikan tepat sasaran. Hal ini diperlukan agar setiap anggaran yang dikeluarkan memberikan pengaruh signifikan terhadap peningkatan produktivitas kerja para petani di lapangan.

"Bantuan irigasi ini bukan hanya soal mengalirkan air ke sawah, tetapi tentang memastikan petani kita tidak lagi bergantung pada musim, serta mampu meningkatkan hasil panen secara berkelanjutan," ujar Sari Yuliati, Wakil Ketua DPR RI.

Sari Yuliati juga menyoroti berbagai persoalan klasik yang selama ini menghambat kemajuan petani, mulai dari distribusi air yang tidak merata hingga infrastruktur yang mengalami kerusakan. Ia menekankan bahwa DPR RI berkomitmen mengawal penggunaan anggaran negara agar manfaatnya benar-benar sampai ke tangan masyarakat tanpa berhenti pada tahap seremoni saja.

Pengawasan ketat terhadap program yang bersumber dari APBN menjadi fokus utama agar tidak terjadi kebocoran anggaran atau proyek yang terbengkalai. Partisipasi aktif dari seluruh elemen masyarakat dinilai menjadi kunci keberhasilan pembangunan infrastruktur di sektor pertanian tersebut.

"Negara sudah hadir melalui APBN, sekarang yang dibutuhkan adalah komitmen bersama, baik pemerintah daerah, kelompok tani, maupun masyarakat untuk menjaga dan memanfaatkan secara optimal," tegas Sari Yuliati.

Peningkatan indeks pertanaman di wilayah Praya Barat menjadi harapan besar dari pemberian bantuan sarana pengairan ini. Dengan fasilitas yang lebih baik, petani diharapkan dapat melakukan masa tanam dan panen lebih dari dua kali dalam setahun demi meningkatkan taraf hidup dan ketahanan pangan daerah.

Keberhasilan program pemerintah dalam pandangan ini tidak hanya diukur dari besarnya nominal anggaran yang digelontorkan. Efektivitas sebuah kebijakan justru terlihat dari seberapa besar perubahan positif yang dirasakan oleh para produsen pangan nasional di garis depan.