Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melonjak signifikan sebesar 2,34 persen atau bertambah 175,76 poin ke posisi 7.675,95 pada penutupan perdagangan Selasa (14/4/2026). Penguatan ini didorong oleh sektor infrastruktur dan barang baku di tengah eskalasi konflik antara Amerika Serikat dan Iran.
Data Bursa Efek Indonesia menunjukkan sebanyak 548 saham menguat, sementara 151 saham terkoreksi dan 119 saham lainnya tidak berubah. Total nilai transaksi hari ini mencapai Rp24,85 triliun dengan volume perdagangan 53,31 miliar saham melalui 3,11 juta kali frekuensi transaksi.
Kapitalisasi pasar tercatat meningkat menjadi Rp13.710 triliun dengan mayoritas sektor perdagangan berada di zona hijau. Kinerja positif indeks ini utamanya dipacu oleh pergerakan saham-saham fundamental seperti DSSA, MORA, BBRI, BRPT, BBCA, BREN, AMMN, dan BMRI.
Kondisi pasar global saat ini sedang dipengaruhi oleh kegagalan negosiasi antara Iran dan Amerika Serikat di Islamabad yang memicu blokade pelabuhan oleh militer AS. Dampaknya, harga minyak dunia kembali menembus angka US$100 per barel akibat kekhawatiran gangguan pasokan di Selat Hormuz.
"Iran tidak akan memiliki senjata nuklir. Kita tidak bisa membiarkan sebuah negara memeras atau mengancam dunia," kata Trump dikutip dari Reuters. Pernyataan ini muncul setelah Iran secara efektif menutup jalur Selat Hormuz bagi kapal asing sejak konflik pecah pada akhir Februari.
Meskipun terdapat tekanan dari jalur finansial dan potensi stagflasi global, fundamental ekonomi domestik Indonesia dinilai tetap kokoh. Pertumbuhan ekonomi pada kuartal I-2026 diproyeksikan mampu mencapai angka 5,2 persen dengan tingkat inflasi yang mulai melandai pada sasaran 2,5 persen.
Bank Indonesia terus menyiagakan pemantauan pasar selama 24 jam melalui kantor perwakilan di London dan New York untuk melakukan mitigasi risiko. Langkah intervensi likuiditas dilakukan secara terukur pada pasar spot maupun pasar Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF).
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·