Sektor Pariwisata China Berpotensi Geser Posisi Amerika Serikat

Sedang Trending 3 hari yang lalu

Sektor pariwisata China diproyeksikan akan melampaui Amerika Serikat sebagai ekonomi perjalanan terbesar di dunia dalam beberapa tahun ke depan setelah mencatat pertumbuhan signifikan sebesar 9,9 persen pada tahun 2025. Laju pertumbuhan ini jauh mengungguli Amerika Serikat yang hanya mencatat kenaikan 0,9 persen pada periode yang sama.

Data terbaru dari World Travel & Tourism Council (WTTC) dan Chase Travel menunjukkan bahwa lonjakan ini dipicu oleh kenaikan pengeluaran wisatawan asing di China yang mencapai lebih dari 10 persen. Sebaliknya, pengeluaran pengunjung internasional di Amerika Serikat justru mengalami penurunan hampir 5 persen, sebagaimana dilansir dari Bloombergtechnoz pada Kamis (16/04/2026).

Gloria Guevara, Presiden dan CEO WTTC, menyatakan bahwa tren ini menempatkan China pada jalur yang tepat untuk mendominasi industri pariwisata global di akhir dekade ini. Jika pertumbuhan tetap stabil, jarak ekonomi pariwisata antara kedua negara akan semakin menipis dalam tiga hingga empat tahun mendatang.

"Ketika AS sedang melemah, China justru tumbuh dengan cepat," ujar Gloria Guevara, Presiden dan CEO World Travel & Tourism Council. Menurutnya, berlanjutnya tren ini akan membuat posisi China semakin mendekati Amerika Serikat sebagai pemimpin pasar dunia.

Amerika Serikat yang selama ini mengandalkan destinasi populer seperti Walt Disney World dan Times Square mulai mengalami tantangan serius. Pengetatan kebijakan imigrasi dan meningkatnya ketegangan geopolitik disebut menjadi faktor utama menurunnya minat kunjungan wisatawan mancanegara ke Negeri Paman Sam tersebut.

International Trade Administration mencatat jumlah kunjungan luar negeri ke Amerika Serikat mencapai 68 juta orang pada tahun lalu, atau menyusut 5,5 persen dibandingkan tahun 2024. Meskipun ada harapan dari penyelenggaraan ajang besar seperti Piala Dunia FIFA, potensi gangguan perjalanan global akibat konflik antara AS dan Iran dikhawatirkan dapat menghambat proses pemulihan.

Secara nilai ekonomi, sektor perjalanan Amerika Serikat masih menyumbang sekitar $2,6 triliun terhadap produk domestik bruto (PDB) global tahun lalu. Sementara itu, China memberikan kontribusi sebesar $1,8 triliun dan terus menunjukkan tren penguatan yang konsisten dibandingkan para pesaingnya.