Sentimen Geopolitik Dorong Permintaan Emas Dunia Sepanjang Tahun 2026

Sedang Trending 55 menit yang lalu

Sentimen geopolitik global diprediksi tetap menjadi motor utama penggerak permintaan emas dunia sepanjang tahun 2026 dan masa mendatang. Kondisi ini dilaporkan oleh World Gold Council di tengah fluktuasi pasar yang terus membayangi ekonomi internasional pada Rabu (13/5/2026).

Shaokai Fan, Head of Asia Pacific (ex-China) and Global Head of Central Banks World Gold Council, menjelaskan bahwa ketidakpastian politik di tingkat global memberikan pengaruh besar terhadap pergerakan instrumen investasi aman ini di pasar dunia.

“Guncangan geopolitikpun akan berdampak signifikan bagi harga emas. Untuk emas batangan dan koin diperkirakan akan tetap resilien terutama di negara-negara besar Asia seperti Tiongkoik, India dan juga di Timur Tengah,” kata Shaokai Fan, Head of Asia Pacific (ex-China) and Global Head of Central Banks, World Gold Council, Rabu (13/5/2026).

Dilansir dari Bloomberg Technoz, institusi perbankan di berbagai negara diperkirakan masih akan mempertahankan posisi sebagai pembeli dominan. Tren akumulasi aset emas ini diprediksi berlanjut setelah catatan positif pada periode awal tahun ini.

“Dengan demikian alokasi anggaran untuk diversifikasi ke emaspun akan terpakai untuk keperluan tersebut,” sebut Shaokai.

Namun, intensitas pembelian oleh bank sentral diperkirakan tidak akan setinggi realisasi kuartal I-2026. Fokus otoritas moneter kemungkinan bakal terbagi untuk menjaga stabilitas mata uang masing-masing melalui langkah intervensi pasar.

Suku bunga yang tinggi juga menjadi faktor yang diwaspadai karena berpotensi menghambat laju kenaikan harga emas. Kebijakan moneter ketat tersebut diambil oleh banyak negara sebagai respons atas melemahnya nilai tukar terhadap mata uang asing.

Permintaan untuk produk investasi lainnya seperti Exchange Traded Fund (ETF) serta transaksi Over the Counter (OTC) diproyeksikan masih berada di zona positif. Meski demikian, volumenya kemungkinan mengalami sedikit penyusutan jika dibandingkan dengan capaian pada tahun sebelumnya.

Berdasarkan data operasional, permintaan emas secara global telah mengalami pertumbuhan sebesar 2% secara tahunan (year-on-year) pada kuartal pertama 2026. Lonjakan signifikan justru terlihat pada nilai pembelian yang meroket hingga 74% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Total nilai pembelian emas pada kuartal I-2026 tersebut mencapai angka US$193 miliar. Adapun volume permintaan emas dunia tercatat sebanyak 1.231 ton, yang mana angka tersebut sudah mencakup permintaan melalui mekanisme transaksi OTC.