PT Timah Bangun Pabrik Logam Tanah Jarang di Bangka Barat

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Rencana pembangunan pabrik mineral logam tanah jarang (LTJ) di Bangka Barat diproyeksikan memperkuat ekonomi daerah melalui hilirisasi mineral ikutan timah pada Rabu (13/5/2026). Program strategis di Kepulauan Bangka Belitung ini dilakukan secara terpusat mengingat kelangkaan bahan baku dan kecilnya hasil ekstraksi.

Ketua Umum Asosiasi Eksportir Timah Indonesia, Harwendro Adityo Dewanto, menjelaskan bahwa fasilitas pengolahan ini hanya bisa berdiri tunggal untuk didukung oleh berbagai smelter lain di wilayah tersebut sebagaimana dilansir dari Money.

"Kalau nanti ada hilirisasi LTJ di Bangka Belitung, itu bisanya cuma satu. Nanti smelter-smelter yang lain akan support ke sana," kata Harwendro Adityo Dewanto, Ketua Umum Asosiasi Eksportir Timah Indonesia.

Harwendro memaparkan bahwa kandungan LTJ dalam setiap kilogram monasit hanya sebesar 0,003 persen. Proses ekstraksi tersebut belum tentu menghasilkan thorium karena bergantung pada komposisi mineral ikutan di dalamnya.

"Sesuai arahan presiden dalam hilirisasi tambang, maka di Bangka Belitung juga akan dibangun nanti melalui PT Timah Tbk. Saat ini masing-masing smelter memang punya cadangan monasit dan masih disimpan," ujar Harwendro Adityo Dewanto.

Pengembangan LTJ dipandang sebagai investasi jangka panjang untuk kemandirian pengelolaan sumber daya alam serta cadangan energi nasional. Pihaknya memastikan konflik global tidak akan memengaruhi rencana pembangunan fasilitas yang akan berlokasi di kawasan industri Pelabuhan Tanjung Ular tersebut.

"Ini untuk jangka panjang, apakah nanti untuk militer atau bidang kesehatan, tergantung hasil risetnya nanti," ujar Harwendro Adityo Dewanto.

Para pelaku usaha smelter menyatakan kesiapan mereka untuk menyokong program pemerintah pusat ini. Hal itu didasari oleh status cadangan bahan baku saat ini yang memang dilarang untuk diperjualbelikan.

"Intinya kawan-kawan di smelter siap mendukung hilirisasi karena cadangan bahan baku saat ini memang tidak bisa diperjualbelikan," lanjut Harwendro Adityo Dewanto.

Pemerintah Kabupaten Bangka Barat berharap kehadiran pabrik ini memberikan nilai tambah ekonomi yang signifikan bagi daerah penghasil timah. Bupati Bangka Barat, Markus, menyatakan pihak daerah kini sedang menanti instruksi lanjutan dari pemerintah pusat.

"Tentu kami berharap ini akan memperkuat perekonomian daerah, ada nilai tambah melalui hilirisasi," ujar Markus, Bupati Bangka Barat.

Hingga saat ini, pemerintah daerah baru menerima informasi awal mengenai rencana konstruksi tersebut. Hal ini dikarenakan proyek pembangunan pabrik LTJ merupakan bagian dari kebijakan strategis nasional yang kewenangannya berada di pusat.

"Kami baru sebatas informasi bahwa akan ada pembangunan, karena ini menyangkut kebijakan strategis nasional," ucap Markus.

PT Timah Tbk direncanakan melakukan revitalisasi pada fasilitas uji coba atau pilot project pengolahan LTJ yang sudah ada di Tanjung Ular. Perusahaan juga akan melakukan kerja sama riset teknologi untuk mengolah potensi bahan baku LTJ di Bangka Belitung yang diperkirakan mencapai 25.700 ton.