Garuda Indonesia Pangkas Rugi Bersih 45 Persen pada Kuartal I 2026

Sedang Trending 1 jam yang lalu

PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk mencatatkan pengurangan rugi bersih sebesar 45,2 persen menjadi 41,62 juta dollar AS pada kuartal I 2026. Capaian ini didorong oleh penguatan trafik penumpang dan peningkatan kapasitas produksi di seluruh lini operasional maskapai nasional tersebut.

Dilansir dari Money, jumlah penumpang yang diangkut Garuda Indonesia Group selama periode Januari hingga Maret 2026 mencapai 5,42 juta orang. Angka ini mengalami kenaikan sebesar 6,76 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang tercatat sebesar 5,08 juta penumpang.

Kenaikan jumlah penumpang tersebut berbanding lurus dengan peningkatan frekuensi penerbangan sebesar 5,87 persen menjadi 19.337 kali. Hal ini memicu pertumbuhan pendapatan usaha konsolidasian sebesar 5,36 persen menjadi 762,35 juta dollar AS, dengan kontribusi utama dari penerbangan berjadwal.

Direktur Utama Garuda Indonesia, Glenny Kairupan menjelaskan bahwa hasil kinerja pada awal tahun ini merupakan sinyal positif bagi penguatan fundamental bisnis perusahaan. Langkah transformasi yang sedang berjalan secara bertahap mulai menunjukkan perkembangan yang stabil.

"Pertumbuhan trafik penumpang, peningkatan kapasitas penerbangan, serta perbaikan kinerja keuangan pada kuartal I 2026 menunjukkan bahwa langkah transformasi dan penguatan fundamental bisnis yang dijalankan perusahaan mulai menunjukkan progres positif secara bertahap. Fokus kami saat ini tetap diarahkan untuk menjaga operational discipline, memperkuat service reliability, serta memastikan pertumbuhan bisnis berjalan lebih sehat dan sustainable," ujar Glenny Kairupan, Direktur Utama Garuda Indonesia.

Maskapai ini juga melaporkan peningkatan on time performance (OTP) menjadi 91,01 persen. Hingga akhir Maret 2026, perseroan telah mengoperasikan 102 armada serviceable sebagai bagian dari program percepatan pengembalian layanan pesawat demi mendukung kapasitas penerbangan.

"Transformasi yang dijalankan saat ini merupakan proses rebuilding fundamentals yang dilakukan secara menyeluruh untuk memastikan Garuda Indonesia Group dapat tumbuh dengan fondasi bisnis yang lebih sehat, agile, dan sustainable dalam jangka panjang," tutur Glenny Kairupan, Direktur Utama Garuda Indonesia.

Pada Rabu (13/5/2026), perseroan turut melaksanakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 yang dihadiri pemilik 94,39 persen saham. Rapat tersebut mengesahkan perubahan pengurus dengan mengangkat Frans Dicky Tamara sebagai Direktur Human Capital & Corporate Service serta Sugito Anjasmoro sebagai komisaris.

"Dengan susunan manajemen baru ini diharapkan akan mendukung langkah akselerasi perseroan untuk menuju fase turnaround yang semakin solid, serta menjadikan Garuda Indonesia sebagai national flag carrier yang berdaya saing dan membawa kontribusi terbaiknya bagi bangsa dan negara," kata Glenny Kairupan, Direktur Utama Garuda Indonesia.

Dalam rapat yang sama, pemegang saham menyetujui pemberhentian dengan hormat Eksitarino Irianto dari jabatan Direktur Human Capital & Corporate Service. RUPST juga membahas rencana jangka panjang perusahaan untuk periode tahun 2026 hingga 2030.