Serangan Udara Israel di Mayfadoun Tewaskan Empat Paramedis Lebanon

Sedang Trending 2 hari yang lalu

Empat paramedis dilaporkan tewas dan sejumlah lainnya luka-luka setelah militer Israel melancarkan tiga serangan udara beruntun di kota Mayfadoun, Lebanon selatan, pada Rabu (15/4/2026). Tim penyelamat tersebut menjadi target saat sedang menjalankan misi bantuan kemanusiaan pascaserangan di wilayah tersebut.

Kementerian Kesehatan Lebanon mengonfirmasi bahwa pasukan Israel menyerang kru darurat sebanyak tiga kali berturut-turut di lokasi yang sama. Berdasarkan data awal, tiga petugas medis dinyatakan gugur, namun jumlah tersebut kemudian diperbarui oleh otoritas setempat sebagaimana dilansir dari Detikcom.

Kantor Berita Nasional Lebanon (NNA) melaporkan adanya penambahan jumlah korban jiwa dalam insiden tragis di kawasan selatan tersebut. Laporan resmi menyebutkan bahwa penggunaan pesawat tak berawak menjadi penyebab utama gugurnya para petugas kemanusiaan tersebut.

"Kru tersebut sedang dalam misi bantuan setelah serangan yang menargetkan kota tersebut," kata NNA.

Pihak kantor berita resmi tersebut merinci kronologi jatuhnya korban jiwa saat tim medis sedang berada di lapangan. Serangan udara yang terjadi secara mendadak menyulitkan upaya evakuasi mandiri oleh kru darurat.

"Saat mereka berada di daerah tersebut, mereka menjadi sasaran serangan pesawat tak berawak, yang menyebabkan gugurnya empat paramedis," tambah kantor berita tersebut.

Agresi militer Israel di Lebanon telah menyebabkan dampak kerusakan yang luas serta gelombang pengungsian massal mencapai 1,2 juta orang. Data Kementerian Kesehatan Lebanon per hari Rabu menunjukkan total korban jiwa mencapai sedikitnya 2.196 orang, termasuk 172 anak-anak dan 93 petugas kesehatan.

Dalam kurun waktu 24 jam terakhir, intensitas serangan dilaporkan terus meningkat dengan jumlah korban tewas mencapai 29 orang di berbagai titik di Lebanon. Kantor hak asasi manusia PBB (OHCHR) memberikan kecaman keras terhadap tindakan militer yang menyasar personel medis di zona konflik.

"Menyerang warga sipil secara sengaja sama dengan kejahatan perang. Akuntabilitas sangat penting," tulis OHCHR di X pada hari Kamis.

Serangan ini menambah panjang daftar tenaga medis yang menjadi korban sejak eskalasi pecah di perbatasan Lebanon. Hukum internasional mewajibkan perlindungan penuh terhadap tenaga medis dan warga sipil dalam situasi perang.