Menteri Luar Negeri (Menlu) Singapura Vivian Balakrishnan menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Indonesia dan tim SAR yang terlibat dalam operasi pencarian korban erupsi Gunung Dukono di Halmahera Utara, Maluku Utara.
Dalam pernyataannya pada Senin (11/5), Balakrishnan menyebut lebih dari 150 personel SAR bekerja tanpa lelah di tengah kondisi berat hingga tahap akhir identifikasi forensik korban.
"Kami sangat berterima kasih kepada Pemerintah Indonesia, otoritas terkait, dan lebih dari 150 personel pencarian dan penyelamatan yang telah bekerja tanpa lelah dalam kondisi sangat sulit di Gunung Dukono," tulisnya di platform Facebook.
Ia menyoroti berbagai tantangan yang dihadapi tim penyelamat, mulai dari medan terjal dan tidak stabil, hujan deras, abu vulkanik tebal, hingga risiko erupsi lanjutan yang masih terjadi selama operasi berlangsung.
"Meski menghadapi medan terjal dan tidak stabil, hujan deras, abu vulkanik tebal, serta risiko erupsi lanjutan, mereka terus bekerja dengan dedikasi dan profesionalisme," lanjutnya.
Menurut Balakrishnan, upaya tim SAR membantu memberi kepastian bagi keluarga korban yang selama beberapa hari berada dalam ketidakpastian dan kecemasan.
Ia juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban meninggal dunia serta doa bagi korban selamat agar segera pulih.
"Kami akan selalu mengingat tindakan persahabatan dan solidaritas ini," ujar dia.
Diketahui, erupsi Gunung Dukono pada Jumat (8/5) memuntahkan abu vulkanik setinggi 10km. Sebanyak 9 dari 20 pendaki yang dilaporkan terjebak merupakan warga negara asing (WNA) asal Singapura.
Pada hari ketiga pencarian (10/5), tim SAR gabungan menemukan dua warga Singapura, Heng Wen Qiang Timothy (30) dan Shahin Muhrez Bin Abdul Hamid (27).
Kedua jenazah ditemukan berjarak sekitar 20 meter dari bibir kawah Gunung Dukono dan selanjutnya dibawa ke RSUD Tobelo untuk identifikasi.
2 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·