Sony Music berencana menyelesaikan kesepakatan akuisisi katalog musik dari Blackstone Inc. yang mencakup karya-karya Justin Bieber dan Neil Young. Hal ini akan menjadi salah satu kesepakatan terbesar dalam sejarah musik. Dikutip dari Bloomberg, Jumat (8/5), Sony sedang dalam negosiasi eksklusif untuk mengakuisisi Recognition Music Group, yang memiliki atau mengelola hak atas lebih dari 45.000 lagu. Sony berencana untuk membeli Recognition melalui usaha patungan dengan dana kekayaan negara Singapura, GIC, yang akan membayar antara USD 3,5 miliar dan USD 4 miliar, kata sumber yang meminta untuk tidak disebutkan namanya karena negosiasi bersifat pribadi. Blackstone dan Sony Music menolak berkomentar. Keduanya berusaha untuk menyelesaikan kesepakatan dalam minggu depan, meskipun pembicaraan selalu dapat gagal pada menit terakhir. Beberapa entitas lain telah mencoba untuk membeli Recognition, setidaknya satu di antaranya bahkan membuat tawaran yang tidak diminta yang diyakini lebih tinggi daripada tawaran Sony. Blackstone menolak untuk berbagi data dengan beberapa penawar tersebut dan tetap dalam pembicaraan dengan divisi penerbitan Sony. Sony sudah mengelola katalog tersebut. Kesepakatan Sony akan menjadi kesepakatan musik bernilai miliaran dolar ketiga dalam beberapa bulan terakhir, menyusul penggabungan Concord dengan BMG dan penjualan Kobalt ke Primary Wave Music. Investor berinvestasi bahkan ketika pertumbuhan pasar musik global melambat.
Blackstone telah mengumpulkan portofolio hak cipta musik yang besar selama dekade terakhir, yang sebagian besar pernah dimiliki oleh Hipgnosis Songs Management yang berbasis di Inggris. Hipgnosis, yang saat itu dipimpin oleh manajer musik Merck Mercuriadis, mengakuisisi ribuan lagu dan membantu menggembungkan pasar hak cipta musik karena streaming menopang industri. Hipgnosis mengakuisisi katalog Bieber dengan harga lebih dari USD 200 juta dan mengakuisisi lagu-lagu dari Justin Timberlake dalam kesepakatan yang dilaporkan bernilai lebilebih dari USD 100 juta.
Tiga perusahaan musik besar, Universal Music Group, Sony Music, dan Warner Music Group, menanggapi persaingan pembeli finansial seperti Blackstone, Apollo Global Management Inc., dan KKR & Co. dengan membentuk usaha patungan dengan investor untuk mengakuisisi katalog. Pembelian lagu dengan mekanisme ini memungkinkan perusahaan untuk memperoleh aset dengan harga lebih tinggi tanpa terlalu membebani keuangan mereka sendiri. Sony membentuk usaha patungan dengan GIC awal tahun ini. Sementara itu, Billboard sebelumnya melaporkan bahwa Sony sedang dalam pembicaraan untuk portofolio Recognition.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·