Southampton dijadwalkan menjamu Middlesbrough pada pertandingan leg kedua semifinal play-off Championship di Stadion St Mary's pada Selasa malam, 12 Mei 2026. Laga penentuan tiket final ke Wembley ini digelar setelah kedua tim bermain imbang tanpa gol pada pertemuan pertama di Riverside Stadium.
Persiapan pertandingan krusial ini dibayangi oleh ketegangan akibat dugaan spionase atau 'Spygate' yang melibatkan staf Southampton terhadap sesi latihan Middlesbrough. Berdasarkan laporan pojokpapua.id, English Football League (EFL) telah mendakwa Southampton atas dugaan pengamatan ilegal yang dinilai melanggar prinsip itikad baik antar klub.
Para pendukung Southampton menyampaikan perasaan yang beragam terkait isu disiplin yang menimpa tim mereka menjelang sepak mula dimulai.
"I am bit embarrassed about 'spy gate' to be honest," ujar Mark, pendukung Southampton.
Mark menilai bahwa praktik pengintaian tersebut kemungkinan sering terjadi dalam dunia sepak bola profesional, meski tetap menganggapnya sebagai tindakan yang tidak baik.
"I think it goes on all the time, if people found out about it, it's not good practice I don't think," kata Mark.
Terkait performa tim di atas lapangan, Mark menyatakan keyakinannya bahwa skuat asuhan Tonda Eckert mampu mengamankan kemenangan di kandang sendiri.
"I think we can pull it together tonight and come out winners," kata Mark.
Di sisi lain, pendukung tim tamu juga mulai merasakan tekanan menjelang pertandingan penentuan nasib klub mereka musim ini.
"Nowt will happen, they will just get a fine and we move on don't we," ujar Lindsay, pendukung Middlesbrough.
Lindsay mengungkapkan rasa gugupnya terhadap hasil akhir yang akan diraih oleh Middlesbrough dalam perjalanan tandang yang jauh ini.
"I am a bit nervy, we'll see what happens really," kata Lindsay.
Dukungan terhadap Southampton juga datang dari pihak eksternal yang menilai klub berjuluk The Saints itu layak berada di kompetisi kasta tertinggi Inggris.
"They have always belonged there and it's wrong for them to be back in the Championship," kata Alan, pendukung Bournemouth.
Alan menyatakan harapannya agar Southampton bisa segera kembali berkompetisi di Premier League pada musim mendatang.
"I hope Saints can be back in the Premier League where they deserve to be," kata Alan.
Sementara itu, pendukung tuan rumah lainnya, David, mengingatkan tentang rekor pertemuan kedua tim selama musim reguler yang didominasi oleh tim tamu.
"Middlesborough have had the better of the team in the league both times this year," ujar David.
Namun, David meyakini bahwa dukungan penuh dari publik Stadion St Mary's akan memberikan kekuatan tambahan yang luar biasa bagi para pemain.
"When St Mary's rocks, it's more than that 12th man, it's like a 13th player as well," kata David.
Dalam aspek teknis, manajer Southampton Tonda Eckert melakukan tiga rotasi pemain dengan menurunkan Shea Charles, Kuryu Matsuki, dan Ross Stewart sejak awal. Sementara itu, manajer Middlesbrough Kim Hellberg memilih untuk tetap menggunakan skuat yang sama dengan leg pertama. Pemenang laga ini akan bertemu Hull City di final pada 23 Mei 2026.
56 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·