Sri Lanka temukan perusahaan terkait pencurian siber skala besar

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Colombo (ANTARA) - Penyidik ​​kriminal Sri Lanka telah mengidentifikasi sebuah perusahaan fiktif yang diduga digunakan untuk menyalahgunakan dana kas negara sebesar 2,5 juta dolar AS, demikian diumumkan oleh pihak berwenang penegak hukum pada hari Senin.

Dana curian tersebut ditransfer ke beberapa rekening bank di dua negara bagian berbeda di Amerika Serikat (AS) setelah aksi pencurian terjadi. Departemen Investigasi Kriminal (Criminal Investigation Department/CID) Sri Lanka menyampaikan dana tersebut dialirkan melalui entitas pihak ketiga bernama "Biz Solutions", perusahaan pendaftaran bisnis daring yang terdaftar di Negara Bagian Delaware, AS.

Perusahaan itu diketahui mengelola empat rekening di sebuah cabang TD Bank. Tim penyidik menemukan sebagian besar rekening tersebut telah dikosongkan, dengan satu di antaranya masih memiliki saldo sekitar 200 dolar AS.

Aksi pencurian siber berskala besar itu mulai mencuat pada April. Para peretas berhasil menyusup ke Departemen Sumber Daya Luar Negeri (Department of External Resources) Sri Lanka, membajak saluran surat elektronik (email) resmi untuk mencegat dan mengalihkan dana pembayaran utang bilateral yang seharusnya disetor kepada Australia, ujar pihak berwenang. Empat dari enam bukti pembayaran yang ditujukan kepada pihak berwenang Australia dialihkan ke komplotan penipu, urai CID.

CID telah menggandeng Biro Investigasi Federal (Federal Bureau of Investigation/FBI) AS dan Kepolisian Federal Australia untuk mengidentifikasi para pelaku di balik skema tersebut.

Penerjemah: Xinhua
Editor: Alviansyah Pasaribu
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.