Suhu Maksimum Jakarta Tembus 34,8 Derajat di Tengah Masa Transisi Kemarau

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Sejumlah wilayah di Indonesia tercatat mengalami peningkatan suhu maksimum yang cukup signifikan dalam beberapa waktu terakhir. Fenomena suhu panas ini turut dirasakan oleh warga di kawasan Jakarta dan daerah penyangganya.

Berdasarkan data rekapitulasi pengamatan suhu maksimum harian yang dilansir dari Detikcom, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis daftar wilayah dengan suhu tertinggi. Data tersebut dihimpun sejak 25 April pukul 07.00 WIB hingga 26 April 2026 pukul 07.00 WIB.

Dalam pantauan tersebut, suhu di wilayah Jakarta menyentuh angka 34,8 derajat celcius. Sementara itu, suhu di kawasan Ciputat, Banten, terpantau lebih tinggi dengan catatan mencapai 35,6 derajat celcius.

Suhu paling panas di tingkat nasional terpantau berada di wilayah Kapuas Hulu, Kalimantan Barat. Di lokasi tersebut, instrumen pengukur suhu mencatatkan angka maksimal hingga 36,8 derajat celcius.

Posisi kedua wilayah terpanas ditempati oleh Palu, Sulawesi Tengah. Suhu udara di ibu kota Provinsi Sulawesi Tengah tersebut dilaporkan mencapai 36,2 derajat celcius.

Analisis Penyebab Cuaca Panas

BMKG memberikan penjelasan teknis terkait kondisi cuaca melalui analisis yang dilakukan per 23 Maret lalu. Dalam periode sepekan ke depan, variabilitas iklim seperti El Niño-Southern Oscillation (ENSO) dan Indian Ocean Dipole (IOD) diketahui berada dalam posisi netral.

Kondisi netral ini menandakan bahwa kedua fenomena tersebut tidak memberikan pengaruh yang dominan terhadap cuaca di tanah air. Namun, penguatan Monsun Australia mulai memberikan dampak pada karakter massa udara.

Monsun Australia diprakirakan akan membawa massa udara yang bersifat kering dari wilayah Australia menuju Indonesia. Hal ini menjadi salah satu pemicu utama berkurangnya curah hujan dan meningkatnya suhu udara.

Selain itu, aliran angin timur kini mulai mendominasi sebagian besar wilayah Indonesia. Munculnya pola angin ini menjadi indikator kuat bahwa banyak daerah sedang mengalami transisi bertahap dari musim hujan menuju musim kemarau.