Survei BI: Penyaluran kredit baru pada triwulan I 2026 tetap tumbuh

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Jakarta (ANTARA) - Bank Indonesia (BI) melalui hasil Survei Perbankan mencatat bahwa penyaluran kredit baru pada triwulan I 2026 terindikasi tetap tumbuh, meski lebih rendah dibandingkan triwulan IV 2025, sesuai dengan pola historisnya.

Direktur Departemen Komunikasi BI Anton Pitono menyampaikan kondisi ini tecermin dari nilai Saldo Bersih Tertimbang (SBT) penyaluran kredit baru sebesar 38,74 persen pada triwulan I 2026.

“Pertumbuhan kredit tersebut utamanya didorong oleh kredit konsumsi,” kata Anton dalam keterangannya di Jakarta, Kamis.

Untuk diketahui, sebelumnya nilai SBT penyaluran kredit baru pada triwulan IV 2025 tercatat sebesar 88,92 persen.

Baca juga: BRI siap pacu kredit 2026, didukung kuatnya likuiditas dan permodalan

Secara rinci, berdasarkan jenis penggunaan, pertumbuhan penyaluran kredit baru pada triwulan I 2026 terindikasi bersumber dari peningkatan kredit konsumsi (SBT 51,97 persen).

Sementara itu, kredit Investasi (SBT 37,33 persen) dan kredit modal kerja (SBT 36,40 persen) triwulan I 2026 tetap tumbuh meski lebih rendah dibandingkan triwulan sebelumnya

Peningkatan kredit konsumsi bersumber dari peningkatan permintaan kredit multiguna (SBT 51,90 persen), kredit tanpa agunan (SBT 37,23 persen), dan kredit kendaraan bermotor (SBT 13,38 persen).

Sementara jenis kartu kredit dan kredit pemilikan rumah (KPR)/kredit pemilikan apartemen (KPA) melambat dengan SBT masing-masing sebesar 47,05 persen dan 42,33 persen.

Pewarta: Rizka Khaerunnisa
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.