Tiga Kapal Berhasil Lintasi Selat Hormuz di Tengah Blokade Amerika Serikat

Sedang Trending 4 hari yang lalu

Setidaknya tiga unit kapal yang berangkat dari pelabuhan Iran dilaporkan berhasil menembus blokade militer Amerika Serikat di Selat Hormuz pada Selasa (14/4/2026). Meskipun berhasil melintas, sejumlah kapal lain yang menggunakan jalur tersebut terpaksa memutar balik berdasarkan data pelacakan maritim terbaru.

Keberhasilan pergerakan ini melibatkan tujuh kapal yang memiliki keterkaitan dengan Iran sejak Washington secara resmi memberlakukan blokade pada Senin pukul 14.00 GMT. Dilansir dari Detikcom, penyedia data maritim Kpler mengungkapkan bahwa kapal pengangkut curah Christianna berbendera Liberia melintasi selat setelah melakukan bongkar muat 74.000 ton jagung.

Kapal Christianna tercatat melewati Pulau Larak di sekitar wilayah selat pada Senin pukul 16.00 GMT. Selain itu, kapal tanker Elpis yang membawa 31.000 ton metanol juga terpantau meninggalkan Selat Hormuz pada waktu yang hampir bersamaan setelah bertolak dari pelabuhan Bushehr sejak akhir Maret lalu.

Kpler juga mengidentifikasi kapal Argo Maris sebagai armada lain yang sukses melewati jalur tersebut. Namun, para analis maritim memperingatkan adanya gangguan dan manipulasi sinyal kapal di kawasan tersebut dalam beberapa pekan terakhir, yang menyebabkan proses pelacakan komprehensif menjadi lebih sulit dilakukan.

Situasi di Selat Hormuz memanas setelah militer Iran menutup jalur tersebut pascaserangan Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari 2026. Merespons kegagalan negosiasi damai, pemerintah Amerika Serikat kemudian mengumumkan blokade tandingan yang mulai efektif berlaku sejak awal pekan ini.

Pihak militer Amerika Serikat pada Selasa mengonfirmasi bahwa operasi blokade telah berjalan. Dalam 24 jam pertama pelaksanaannya, mereka mengklaim telah menghentikan enam kapal yang mencoba berlayar keluar dari pelabuhan-pelabuhan Iran menuju luar wilayah Teluk.

Beberapa kapal yang sempat melintas dilaporkan mengubah arah perjalanannya, termasuk kapal tanker China, Rich Starry, yang membawa 31.500 ton metanol menuju Oman. Kapal tersebut berbalik arah di Teluk Oman pada Selasa pukul 11.00 GMT menuju kembali ke Selat Hormuz tanpa tujuan yang jelas.

Langkah serupa diambil oleh kapal Christianna yang berbalik arah di lepas pantai Oman pada pukul 15.00 GMT. Selain kapal-kapal tersebut, kapal pengangkut curah Manali, kapal kontainer Kashan yang masuk dalam daftar sanksi AS, serta kapal kargo Moshtari juga terdeteksi berada di sekitar jalur pelayaran tersebut.