Tiga Kapal Tanker LNG Dilaporkan Berhasil Melintasi Selat Hormuz

Sedang Trending 3 jam yang lalu

Data pelacakan kapal terbaru menunjukkan tiga kapal tanker gas alam cair (LNG) telah berhasil melewati Selat Hormuz dalam beberapa hari terakhir.

Seperti dilansir dari Detikcom, ketiga kapal tersebut terdeteksi berlayar menuju Pakistan, China, dan India setelah keluar dari jalur perairan strategis itu.

Selain tanker LNG, satu kapal supertanker yang mengangkut minyak mentah Irak juga dilaporkan berlayar menuju China setelah tertahan hampir tiga bulan.

Jalur perairan ini terdampak konflik bersenjata yang melibatkan Amerika Serikat (AS) dan Israel melawan Iran.

Perang yang berkecamuk sejak 28 Februari tersebut membatasi pengiriman melalui Selat Hormuz, yang biasanya dilewati seperlima pasokan minyak dan gas dunia.

Berdasarkan data pelacakan kapal LSEG dan Kpler pada Senin (25/5/2026), kapal tanker LNG bernama Fuwairit melintasi Selat Hormuz pada Senin (25/5).

Kapal berbendera Bahama yang memuat LNG di pelabuhan Ras Laffan, Qatar, sekitar 28 Maret lalu itu diperkirakan membongkar muatan di Pakistan pada Selasa (26/5).

Mitsui O.S.K. Line selaku perusahaan Jepang pemilik kapal tanker Fuwairit menolak memberikan komentar terkait pelayaran tersebut.

Kapal tanker LNG kedua, Al Rayyan, yang juga membawa muatan dari Las Raffan terpantau telah melintasi Selat Hormuz.

Al Rayyan terakhir terlihat di Teluk pada 22 Mei dan kini berada di luar Selat Hormuz, di antara wilayah Iran dan Oman.

Kapal milik QatarEnergy ini diperkirakan membongkar muatan di China pada 27 Juni mendatang, namun pemilik kapal belum memberikan komentar.

Selanjutnya, kapal tanker Al Hamra yang dikelola Abu Dhabi National Company (ADNOC) juga berhasil melewati jalur perairan strategis tersebut.

Data Kpler menunjukkan Al Hamra terakhir terlihat pada 19 April di timur Selat Hormuz dan muncul kembali pada 23 Mei di lepas pantai India.

Di sisi lain, kapal supertanker jenis VLCC bernama Eagle Verona dilaporkan berhasil keluar dari Selat Hormuz pada Sabtu (23/5) waktu setempat.

Kapal berbendera Singapura yang disewa Unipec ini membawa hampir 2 juta barel minyak mentah Basrah yang dimuat sekitar 26 Februari lalu.

Eagle Verona diperkirakan akan mencapai pelabuhan Ningbo di China pada 12 Juni mendatang untuk melakukan pembongkaran muatan.

Dua sumber yang dikutip Reuters menyebutkan kapal ini menjadi satu dari tujuh kapal yang telah dimintakan izin transitnya oleh Malaysia.

Lima kapal di antaranya kini telah keluar dari Selat Hormuz, sedangkan dua kapal lainnya dilaporkan masih berada di kawasan Teluk.