Tim Ahli Ledakkan Bom Perang Dunia Kedua di Colombes Prancis

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Tim penjinak bom melakukan peledakan terkendali terhadap bom peninggalan Perang Dunia II di Colombes, Hauts-de-Seine, Prancis, pada Minggu, 19 April 2026, setelah upaya penjinakan manual dinyatakan gagal. Ledakan yang terdengar pada pukul 15.18 waktu setempat itu menandai berakhirnya operasi pengamanan sisa amunisi Inggris seberat 225 kilogram yang ditemukan di sebuah lokasi konstruksi.

Dilansir dari Le Monde, bom tersebut memiliki panjang 1,06 meter dan diameter 33 sentimeter dengan kandungan bahan peledak mencapai 110 kilogram. Upaya awal untuk melepaskan detonator secara manual tidak membuahkan hasil, sehingga otoritas memutuskan untuk mengubur bom sedalam dua meter sebelum diledakkan demi keamanan publik.

Prefek Hauts-de-Seine, Alexandre Brugere, sempat memberikan keterangan kepada media saat tim spesialis dari laboratorium pusat Prefektur Polisi sedang mempertimbangkan langkah teknis terakhir di lokasi kejadian.

"Sayangnya tidak memungkinkan," menurut Prefektur Polisi Paris merujuk pada kegagalan ekstraksi alat pemicu ledakan tersebut.

Brugere menjelaskan bahwa petugas telah berhasil mengeluarkan bom dari dinding bangunan dan menempatkannya di dalam parit khusus sebelum memutuskan metode penghancuran di tempat.

"Entah para penjinak bom berhasil menjinakkan bom tersebut, atau kita harus menguburnya dan meledakkannya di lokasi," kata Alexandre Brugere, Prefek Hauts-de-Seine.

Proses evakuasi besar-besaran dilakukan sejak pagi hari dengan melibatkan sekitar 800 agen keamanan untuk mengosongkan radius 450 meter dari titik lokasi. Midilibre melaporkan sebanyak 15.000 warga terdampak evakuasi, sementara data Prefektur menyebutkan 1.006 orang ditempatkan di lima pusat penampungan darurat yang disediakan oleh kota Colombes, Asnieres-sur-Seine, dan Bois-Colombes.

Sebanyak 67 orang yang termasuk kelompok rentan mendapatkan bantuan khusus dari petugas penyelamat selama proses pemindahan yang berlangsung selama tiga setengah jam tersebut. Layanan transportasi, termasuk enam jalur bus RATP, sempat dihentikan total guna memastikan sterilisasi zona merah dari aktivitas warga sipil.

Kepastian mengenai keberhasilan operasi tersebut diumumkan setelah tim ahli melakukan inspeksi menggunakan drone untuk memeriksa kawah hasil ledakan. Warga mulai diperbolehkan kembali ke kediaman masing-masing pada pukul 16.20 setelah otoritas keamanan mengirimkan pesan konfirmasi bahwa area telah dinyatakan sepenuhnya aman.