Jakarta (ANTARA) - Tim Pengawas Haji DPR RI Hidayat Nur Wahid melakukan sejumlah kunjungan untuk menemui jamaah calon haji dan petugas menjelang puncak haji di Armuzna (Arafah, Muzdhalifah, dan Mina) guna mendengar aspirasi maupun temuan terkait penyelenggaraan haji untuk diperjuangkan.
Kunjungan pengawasan dimulai setibanya di Makkah pada Kamis, 21 Mei 2026, dengan mendatangi sejumlah kelompok terbang (kloter) dari Jakarta.
"Alhamdulillah bisa bersilaturahim dengan para jamaah calon haji dan para ulama/tokoh-tokoh pembimbing jamaah dari Jakarta Selatan," kata Hidayat dalam keterangan diterima di Jakarta, Senin.
Sejumlah kloter yang ditemui, di antaranya kloter 2 Jakarta yang berada di Sektor 7 Misfalah, Makkah.
Di tempat itu, Hidayat berjumpa dan berdialog dengan ratusan jamaah calon haji dan ketua kloter, termasuk mendengarkan masukan dan saran dari para ulama yang juga calon haji dari kloter 02, seperti Kiai Haji Lutfi Zawawi (Ketua Umum Forum Ulama dan Habaib/FUHAB) dan Kiai Haji A Nawawi Halim (Ketua MUI Jakarta Selatan).
Selain mendapatkan masukan dan masalah untuk disampaikan kepada Kementerian Haji dan Umrah, Hidayat juga menyampaikan berbagai arahan dan masukan agar para jamaah dapat memaksimalkan keberadaan di Makkah untuk beribadah dan mempersiapkan diri, baik secara fisik, wawasan perhajian maupun mental yang tangguh, menuju puncak haji di Armuzna.
Hidayat juga mendoakan agar seluruh jamaah diberikan kemudahan dan kesehatan, bisa mendapatkan haji yang maqbul dan mabrur, serta turut mendoakan Indonesia dan Gaza/Masjid Al Aqsa dan Palestina.
"Semoga seluruh jamaah diberikan kesehatan dan kemudahan menjelang puncak haji di Armuzna. Agar setelah menunggu belasan tahun dan kini bisa ditakdirkan berada di Mekkah maka penting dimaksimalkan sehingga bisa dikaruniai haji yang maqbul, sa’yunya masykur serta doa-doanya diijabah Allah SWT, dan terus terbawa sesudah pulang ke Indonesia," ujarnya.
Baca juga: Timwas DPR: Waspadai situasi tak terduga di Armuzna sambut puncak haji
Wakil Ketua MPR RI sekaligus anggota Komisi VIII DPR RI itu juga menemui keluarga calon haji M. Firdaus Ahlan dari Kloter 27 yang sempat dinyatakan hilang dan ditemukan dalam keadaan wafat di perbukitan Kuday, Makkah.
Hidayat bersama Sekretaris Umum MUI Jakarta Selatan Kiai Haji Yasdar yang tinggal di kawasan Misfalah, Makkah, bertemu keluarga almarhum untuk menyampaikan santunan dan takziah.
"Kami doakan almarhum dikaruniai husnul khatimah, diampuni segala dosanya, diterima amal ibadah dan niat hajinya, dan ditempatkan di tempat terbaik di sisi Allah SWT," ujarnya.
Saat kunjungan ke Kloter 27 JKG asal Jakarta Selatan ini, Hidayat bertemu Ustadzah Bahijah yang bertugas menjadi pembimbing ibadah jamaah, selain juga bertemu ketua kloter, petugas kesehatan dan petugas haji.
Dalam pertemuan itu, mereka menyampaikan berbagai masukan untuk perbaikan penyelenggaraan haji ke depan, seperti soal di pemondokan terkait lift, mesin cuci, toilet, dan tempat wudhu.
Catatan-catatan itu langsung disampaikan Hidayat kepada pengurus/penanggung jawab hotel yang ditemui usai pertemuan dengan para tokoh, petugas haji dan jamaah calon haji.
Baca juga: Jelang puncak haji, Timwas DPR imbau jamaah kurangi aktivitas berat
Saat mengunjungi Kloter 27 Jakarta Selatan, Hidayat juga berjumpa dengan sebagian jamaah haji kloter 25 yang berasal dari Jakarta Pusat.
Kepada semua pihak yang ditemui di Makkah, Hidayat memastikan bahwa jamaah calon haji mendapatkan hak pelayanan terbaik sesuai dengan yang disepakati dalam rapat kerja antara Komisi VIII DPR RI dan Kemenhaj, baik terkait layanan akomodasi, transportasi maupun konsumsi.
Selain menemui dan memeriksa kondisi jamaah haji, Hidayat juga menemui unsur Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi untuk mendengarkan aspirasi dan masukan terkait perbaikan penyelenggaraan ibadah haji baik yang terjadi sekarang maupun perbaikan untuk penyelenggaraan di tahun yang akan datang.
Ia juga memberikan dukungan dan motivasi kepada PPIH menjelang rangkaian puncak haji 2026.
Menurutnya, tugas PPIH di fase Armuzna cukup berat karena harus siap fisik dan mental agar dapat memberikan khidmat dan pelayanan terbaik bagi jamaah haji Indonesia di tengah berkumpulnya jutaan jamaah haji dari berbagai negara di satu kawasan yang relatif terbatas.
"Saya mengapresiasi kinerja keras para petugas haji Indonesia yang terus berusaha menyiapkan/memberikan pelayanan terbaik bagi jamaah, khususnya menjelang fase puncak haji," kata Hidayat.
Baca juga: Timwas sebut penyelenggaraan haji 2026 alami peningkatan kualitas
Baca juga: Timwas Haji DPR antisipasi krisis konsumsi dan kepadatan di Armuzna
Pewarta: Laily Rahmawaty
Editor: Didik Kusbiantoro
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
55 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·