Tingkat kepercayaan publik terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mencapai angka 75,1 persen berdasarkan hasil survei Poltracking Indonesia yang dirilis pada Kamis (16/4/2026).
Data yang dihimpun pada periode 2 hingga 8 Maret 2026 tersebut, sebagaimana dilansir dari Detikcom, memperlihatkan stabilitas dukungan masyarakat meskipun situasi geopolitik global di kawasan Timur Tengah sedang mengalami ketegangan tinggi.
Wakil Ketua MPR RI dari Fraksi PAN, Eddy Soeparno, memberikan penilaian bahwa pencapaian ini merupakan hal istimewa karena diraih saat dunia menghadapi ketidakpastian ekonomi dan ancaman kelangkaan pasokan energi global.
"Survei Poltracking ini menunjukkan kepemimpinan Presiden Prabowo mampu menghadapi situasi ini dengan tetap mengutamakan kepentingan nasional," ujar Eddy Soeparno, Wakil Ketua MPR RI.
Keberhasilan diplomasi Presiden Prabowo dalam kunjungan luar negeri juga menjadi faktor penguat, terutama setelah adanya kesepakatan kerja sama pemenuhan kebutuhan energi nasional dengan pemerintah Rusia beberapa waktu lalu.
Langkah strategis ini dianggap krusial untuk memastikan Indonesia berada di zona aman, mengingat sejumlah negara tetangga seperti Singapura dan Filipina mulai terdampak secara signifikan oleh gangguan jalur logistik di Selat Hormuz.
Selain penguatan pasokan konvensional, Eddy mendorong pemerintah untuk segera melakukan percepatan transisi energi terbarukan guna memperkokoh kemandirian energi Indonesia dan mengurangi ketergantungan pada komoditas impor.
Dukungan legislatif di MPR RI akan terus diberikan terhadap rencana kebijakan pemerintah yang berfokus pada peningkatan bauran energi bersih untuk menjamin hak masyarakat atas lingkungan hidup yang lebih sehat di masa depan.
5 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·