TNI AD Dalami Video Viral Mobil Dinas Lawan Arus di Jakarta

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Markas Besar TNI Angkatan Darat tengah melakukan pendalaman terkait unggahan video di media sosial yang menunjukkan mobil dinas berpelat bintang dua diduga melawan arus di Jakarta pada Selasa (5/5/2026). Peristiwa tersebut terjadi di tengah situasi arus lalu lintas yang padat saat cuaca sedang hujan.

Kepala Dinas Penerangan TNI AD (Kadispenad) Brigjen Donny Pramono memberikan klarifikasi mengenai kondisi sebenarnya di lapangan sebagaimana dilansir dari Detikcom. Menurut penjelasannya, kendaraan operasional tersebut sebenarnya sedang terjepit di tengah kemacetan yang parah.

"Kendaraan dinas yang terekam dalam video berada dalam posisi terjebak di tengah kemacetan dan ruang gerak yang terbatas, baik untuk maju maupun mundur," jelas Donny dalam keterangannya, Selasa (5/5/2026).

Donny menambahkan bahwa pengemudi saat itu sedang berupaya menggeser posisi mobil guna membantu mengurai kemacetan agar arus kendaraan dapat kembali mengalir. Pihak TNI AD menyayangkan narasi yang berkembang akibat potongan video yang tidak utuh tersebut.

"Namun potongan video yang beredar hanya menampilkan sebagian situasi, sehingga menimbulkan persepsi seolah-olah kendaraan dinas tersebut menjadi penyebab utama kemacetan, padahal faktanya bukan demikian," tutur Donny.

Kadispenad juga mengungkapkan adanya tindakan provokasi yang diarahkan kepada pengemudi mobil dinas saat proses pengambilan gambar berlangsung. Meski demikian, personel di lapangan tetap mengedepankan kesabaran untuk mencari solusi agar kendaraan bisa kembali ke jalur yang benar.

"Pada prinsipnya, TNI AD terus menekankan kepada seluruh prajurit untuk selalu tertib berlalu lintas dan menjadi contoh di masyarakat. Sehingga, apabila dalam pendalaman ditemukan adanya pelanggaran, tentu akan ditangani sesuai ketentuan yang berlaku," jelas Donny.

Pihak TNI AD berkomitmen untuk menindak tegas jika ditemukan bukti pelanggaran prosedur berlalu lintas setelah proses pendalaman selesai dilakukan. Masyarakat diharapkan tidak mudah terprovokasi oleh unggahan yang memiliki narasi menyudutkan.

"Kami juga mengimbau masyarakat untuk melihat peristiwa secara utuh dan tidak terburu-buru menarik kesimpulan dari potongan video yang beredar, terlebih jika disertai dengan narasi yang provokatif," pungkasnya.