Transaksi E&commerce Indonesia Tembus Rp 96,7 Triliun pada Februari 2026

Sedang Trending 23 jam yang lalu

Nilai transaksi perdagangan elektronik di Indonesia mencapai angka Rp 96,7 triliun pada Februari 2026 yang dipicu oleh tren belanja berbasis konten. Peningkatan aktivitas belanja digital ini tumbuh signifikan seiring dengan optimalisasi kampanye pemasaran selama periode Ramadan 2026, sebagaimana dilansir dari Money berdasarkan data Kementerian Perdagangan.

Integrasi ekosistem antara platform lokapasar dan media sosial menjadi faktor kunci dalam mendorong konversi interaksi konten menjadi transaksi nyata. Executive Director Tokopedia and TikTok Shop Indonesia, Stephanie Susilo, menjelaskan bahwa sinergi kekuatan komunitas dan fitur wawasan pasar membantu brand menjangkau konsumen lebih efektif.

“Melalui ekosistem yang terintegrasi, Tokopedia dan TikTok Shop membantu pelaku usaha mengubah pencarian konten menjadi transaksi," kata Stephanie Susilo, Executive Director Tokopedia and TikTok Shop Indonesia.

Dukungan tersebut mencakup pemanfaatan fitur kampanye dan kanal khusus produk resmi yang menjamin keaslian barang bagi pelanggan. Stephanie menekankan bahwa kolaborasi ini memungkinkan pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan bagi para mitra penjual di dalam platform.

“Melalui ekosistem yang terintegrasi, Tokopedia dan TikTok Shop membantu pelaku usaha mengubah pencarian konten menjadi transaksi," ujar Stephanie Susilo, Executive Director Tokopedia and TikTok Shop Indonesia.

Sektor elektronik rumah tangga mencatatkan pertumbuhan yang sangat mencolok selama momentum Ramadan tahun ini. TCL Indonesia melaporkan lonjakan jumlah pesanan mencapai 175 persen, sementara nilai transaksi perusahaan tersebut meroket hingga 212 persen untuk produk televisi dan kulkas.

Di sisi lain, vivo Indonesia juga mencatat kenaikan kinerja penjualan sebesar 259 persen melalui strategi peluncuran produk baru dan penguatan kapasitas gudang di beberapa kota besar. Head of E-Commerce vivo Indonesia, Kevin Aditya Riyanto, menyebutkan bahwa penggunaan fitur streaming langsung sangat berdampak pada visibilitas brand.

“vivo Indonesia merasakan pengalaman \#JualanNyaman di Tokopedia dan TikTok Shop berkat kekuatan platform yang terintegrasi. Fitur seperti Seller Center terpadu dan LIVE streaming, serta kampanye yang relevan, telah mempertajam strategi bisnis kami, sekaligus meningkatkan visibilitas dan transaksi secara signifikan hingga 259 persen," ujar Kevin Aditya Riyanto, Head of E-Commerce vivo Indonesia.

Strategi multi-kanal juga diterapkan oleh brand Simplus yang fokus pada penjualan produk penjernih udara dan dehumidifier berdasarkan analisis data pasar yang akurat. Perusahaan ini berhasil mengumpulkan hampir 20.000 pengikut melalui pemanfaatan konten video pendek untuk mempromosikan fitur-fitur produk unggulan mereka.

“Lewat pusat penjual terintegrasi ini, kami lebih mudah melakukan riset pasar dan menentukan fitur atau program yang efektif untuk mendorong penjualan. Fitur pembuatan video di TikTok juga mempermudah kami melakukan promosi," ujar Jack, CEO Simplus.