Tri Tito Karnavian Dorong Minyak Kemiri Belu Jadi Produk Unggulan PKK

Sedang Trending 2 jam yang lalu

Ketua Umum Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK), Tri Tito Karnavian, mendorong pengembangan minyak kemiri asal Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur, sebagai produk ekspor potensial. Pernyataan ini disampaikan dalam Pelatihan Pembuatan dan Pengelolaan Minyak Kunir di Rumah Jabatan Bupati Belu pada Kamis (16/4/2026).

Pengembangan komoditas minyak asiri ini dinilai mampu menggerakkan ekonomi ibu rumah tangga setempat melalui pemanfaatan sumber daya alam yang melimpah. Dilansir dari Detikcom, Pemerintah Pusat mengharapkan kesejahteraan masyarakat di wilayah perbatasan tersebut meningkat seiring penguatan ketahanan ekonomi keluarga.

Tri Tito Karnavian menjelaskan bahwa produksi kemiri di Kabupaten Belu memiliki daya tarik tinggi bagi pasar internasional. Penegasan mengenai peran dinas terkait dalam meningkatkan kualitas produk lokal menjadi poin utama dalam kunjungannya.

"Nanti mungkin ada peningkatan-peningkatan dari dinas-dinas terkait. Mudah-mudahan Ibu Ketua (TP PKK Kabupaten Belu) bisa meminta unit kementerian bagaimana ini bisa dikembangkan dan menjadi produk lokal yang menjadi unggulan produk PKK," kata Tri Tito Karnavian, Ketua Umum TP PKK.

Pemanfaatan platform digital turut disinggung sebagai sarana pemasaran yang efektif bagi para kader PKK. Tri menekankan bahwa jangkauan pasar produk ini bisa mencakup seluruh wilayah Indonesia jika dikelola dengan kreatif.

"Salah satu sumber ekonomi keluarga, yaitu membuat minyak sendiri. Ini kalau dijual ibu-ibu TikTok, pakai TikTok tapi jangan sampai guling-guling di jalan ya," terang Tri Tito Karnavian, Ketua Umum TP PKK.

Sektor pemasaran digital dianggap mampu memberikan dampak signifikan terhadap volume pemesanan barang. Hal ini menjadi peluang besar bagi para perajin minyak lokal di Belu.

"Ini bisa potensi mendapatkan order dari seluruh Indonesia," sambung Tri Tito Karnavian, Ketua Umum TP PKK.

Selain potensi ekonomi, keunggulan minyak kemiri daerah ini terletak pada proses produksinya yang masih menjaga kemurnian bahan baku. Pengolahan secara organik tanpa campuran kimia memberikan manfaat kesehatan yang spesifik bagi konsumen.

"Mudah-mudahan juga unggulan untuk Kabupaten Belu. Di mana semua masyarakat mempunyai kesempatan untuk memproduksi minyak kemiri," ujar Tri Tito Karnavian, Ketua Umum TP PKK.

Ketersediaan bahan baku yang melimpah di dalam daerah memudahkan masyarakat untuk memulai produksi tanpa bergantung pada pasokan dari luar wilayah. Efisiensi ini menjadi modal dasar penguatan ekonomi mandiri.

"Karena kemirinya gampang didapatkan, tidak usah capek-capek membeli dari luar kabupaten," sambung Tri Tito Karnavian, Ketua Umum TP PKK.

Pihak TP PKK Pusat meyakini bahwa meski pendapatan dari sektor ini dimulai dari skala kecil, namun konsistensi pengembangannya akan memicu pergerakan ekonomi yang lebih luas. Kegiatan pelatihan ini diharapkan menjadi awal bagi regenerasi kemandirian ekonomi di lingkungan sekitar.

"Semoga kegiatan ini bermanfaat dan tidak hanya dilakukan oleh Ibu Ketua (TP PKK Kabupaten Belu) saja, tapi juga kepada anak-anak kita semua, pada tetangga-tetangga dan lingkungan kita," tandas Tri Tito Karnavian, Ketua Umum TP PKK.