Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengadakan pertemuan bilateral dengan Presiden China Xi Jinping di kompleks kepemimpinan Zhongnanhai, Beijing, pada Jumat (15/5/2026). Pertemuan hari kedua ini bertujuan menjaga stabilitas hubungan kedua negara di tengah berbagai isu sensitif global.
Dilansir dari Bloombergtechnoz, kedua pemimpin mengawali pembicaraan dalam skala kecil di markas rahasia Partai Komunis tersebut. Agenda ini merupakan kelanjutan dari rangkaian acara kenegaraan yang telah berlangsung sejak hari sebelumnya di ibu kota China.
Meskipun suasana pertemuan berlangsung hangat, hasil kesepakatan yang dicapai dilaporkan masih terbatas. Pada diskusi hari pertama yang berdurasi 150 menit, kedua pihak mulai memetakan posisi masing-masing terkait ketegangan di sektor perdagangan dan wilayah geopolitik.
Presiden Xi Jinping memberikan penekanan khusus pada isu kedaulatan wilayah saat berhadapan dengan delegasi Amerika Serikat di Beijing.
"bentrokan" ujar Xi Jinping, Presiden China.
Peringatan keras tersebut disampaikan Xi untuk menggambarkan risiko yang muncul jika masalah Taiwan tidak ditangani dengan benar oleh pemerintah Amerika Serikat. Di sisi lain, Trump mengklaim adanya sinyal kerja sama dari pihak China mengenai situasi di Timur Tengah.
"Xi menawarkan bantuan terkait dengan Iran" kata Donald Trump, Presiden Amerika Serikat.
Informasi mengenai bantuan terhadap Iran tersebut belum dikonfirmasi secara resmi oleh pihak Beijing. Namun, laporan Gedung Putih menyatakan kedua negara sepakat untuk memastikan Selat Hormuz tetap terbuka demi kelancaran pasokan energi dunia.
Sektor kedirgantaraan juga menjadi poin penting dalam negosiasi ini, di mana China setuju untuk melakukan pengadaan armada pesawat dari perusahaan asal Amerika Serikat.
"China setuju untuk membeli 200 pesawat Boeing Co." ujar Donald Trump, Presiden Amerika Serikat.
Jumlah pembelian tersebut tercatat lebih rendah dari target awal yang diharapkan maskapai penerbangan China, yakni sebanyak 500 unit pesawat termasuk tipe 737 Max. Sementara itu, pembahasan mengenai kebijakan fiskal juga dilaporkan terus mengalami kemajuan.
Menteri Keuangan Scott Bessent menjelaskan bahwa kedua negara sedang mengkaji percepatan mekanisme investasi dan penyesuaian tarif.
"AS dan China juga membahas mekanisme untuk mempercepat beberapa kesepakatan investasi China, bersamaan dengan pengurangan tarif pada sejumlah barang non-kritis" kata Scott Bessent, Menteri Keuangan Amerika Serikat.
Setelah rangkaian pertemuan formal, Trump dan Xi dijadwalkan melanjutkan diskusi secara lebih santai. Agenda penutup hari kedua akan diisi dengan minum teh bersama dan makan siang kerja yang berlokasi di area bekas taman kekaisaran.
55 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·