Dalam unggahannya di Truth Social, Trump mengatakan operasi militer AS yang diberi nama “Epic Fury” akan dihentikan jika Iran memenuhi kesepakatan tersebut.
“Jika mereka tidak mencapai kesepakatan, pemboman akan dimulai, dan sayangnya akan terjadi pada tingkat dan intensitas yang jauh lebih tinggi daripada sebelumnya,” kata Trump, dikutip dari 9News, Kamis 7 Mei 2026.
Pernyataan itu muncul setelah Iran menyatakan akan menjamin keamanan pelayaran di Selat Hormuz. Angkatan Laut Garda Revolusi Iran mengatakan situasi sudah lebih terkendali setelah “ancaman agresor berhasil dinetralkan”.
Sebelumnya, Trump memutuskan menghentikan sementara operasi militer AS yang membantu kapal-kapal komersial melintasi Selat Hormuz. Meski begitu, ia menegaskan blokade terhadap pelabuhan Iran masih tetap berlangsung. Menurut Trump, keputusan itu diambil karena ada kemajuan menuju kesepakatan akhir untuk mengakhiri konflik.
Senada Trump, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menyebut operasi besar militer AS terhadap Iran pada dasarnya telah selesai. Ia juga menegaskan Iran harus memenuhi tuntutan AS terkait program nuklirnya dan membuka kembali akses penuh di Selat Hormuz.
Hingga kini, belum ada rincian resmi mengenai isi kesepakatan yang dimaksud Washington. 
3 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·