Turki Kecam Israel Terkait Pencegatan Armada Bantuan Kemanusiaan Gaza

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Pemerintah Turki melayangkan kecaman keras terhadap militer Israel yang mencegat Armada Global Sumud di perairan internasional lepas pantai Yunani pada Rabu (28/4/2026) malam. Ankara menilai tindakan Tel Aviv tersebut sebagai aksi pembajakan yang melanggar hukum internasional dan prinsip kebebasan navigasi.

Aksi pencegatan ini melibatkan puluhan kapal bantuan yang sedang berlayar menuju Jalur Gaza. Dilansir dari Detikcom, Kementerian Luar Negeri Israel mengonfirmasi penangkapan sekitar 175 aktivis, termasuk 18 warga negara Turki, yang kemudian dibawa ke wilayah Israel.

Kementerian Luar Negeri Turki menegaskan bahwa serangan tersebut menyasar upaya kemanusiaan untuk warga Palestina yang sedang menghadapi krisis besar. Pihak kementerian juga menyoroti pelanggaran hukum yang dilakukan oleh pihak militer Israel di perairan internasional.

"Dengan menyerang Armada Global Sumud, yang berupaya menarik perhatian pada bencana kemanusiaan yang dihadapi oleh rakyat Gaza yang tertindas, Israel telah menargetkan nilai-nilai kemanusiaan dan hukum internasional," kecam Kementerian Luar Negeri Turki.

Otoritas diplomatik Turki menyatakan bahwa langkah Israel tersebut tidak dapat dibenarkan secara hukum. Pemerintah Turki mendesak agar ada langkah konkret dari berbagai negara untuk merespons situasi di laut lepas tersebut.

"Kami menyerukan kepada komunitas internasional untuk mengambil sikap bersatu melawan tindakan tanpa hukum oleh Israel ini," demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri Turki.

Ankara saat ini terus memantau kondisi para penumpang yang ditahan oleh pihak berwenang Israel. Koordinasi intensif sedang dilakukan dengan negara-negara terkait untuk memastikan keselamatan seluruh warga negara yang berada di atas kapal.

"Semua langkah yang diperlukan sedang diambil dalam koordinasi dengan negara-negara terkait mengenai situasi warga negara kami dan para penumpang lainnya di atas kapal," imbuh pernyataan tersebut.

Berdasarkan data dari delegasi Turki dalam Armada Global Sumud kepada Anadolu Agency, kapal-kapal tersebut dikepung saat berada 600 mil laut dari Jalur Gaza. Pasukan militer dilaporkan mulai menyerbu puluhan unit kapal bantuan pada dini hari.

"Pada saat pernyataan ini dipublikasikan (pukul 04.30 GMT), setidaknya 22 kapal dari 58 kapal armada ini telah diserbu oleh pasukan Israel yang sepenuhnya melanggar hukum internasional," kata Armada Global Sumud dalam pernyataannya.

Armada Global Sumud merupakan inisiatif aktivis pro-Palestina yang bertujuan membuka koridor laut guna menyalurkan bantuan ke Gaza yang telah diblokade sejak 2007. Kelompok ini memberangkatkan total 58 kapal yang berasal dari berbagai pelabuhan di Eropa seperti Marseille, Barcelona, dan Syracuse.