Jakarta (ANTARA) - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI menyampaikan fokus Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN 2026 adalah mengatasi dampak konflik global, terutama konflik di Timur Tengah, terhadap kawasan ASEAN.
"Jadi, yang dibahas akhirnya adalah ketahanan energi, ketahanan pangan, stabilitas ekonomi di seluruh kawasan," kata Direktur Jenderal Kerja Sama ASEAN Kemlu RI Ina Hagniningtyas Krisnamurthi di Jakarta, Kamis.
Ina mengatakan bahwa Filipina, sebagai pemegang keketuaan ASEAN 2026, akan mengundang Presiden Asian Development Bank (ADB) Masato Kanda untuk memberikan paparan terkait kondisi perekonomian global terkini.
Selain itu, Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Sugiono juga akan menghadiri sejumlah pertemuan utama KTT tersebut, yaitu ASEAN Foreign Ministerial Meeting (AMM), ASEAN Political Security Community (APSC), dan ASEAN Coordinating Council (ACC).
Baca juga: ASEAN perkuat kerja sama penanganan dampak bencana di kawasan
Filipina juga akan menyelenggarakan pertemuan gabungan antara AMM dan ASEAN Economic Ministerial Meeting (AEM). Menurut Ina, pertemuan gabungan AMM-AEM itu merupakan upaya Filipina untuk menjawab tantangan dari banyak pihak yang mengkritik ASEAN.
"KTT ini ditargetkan menghasilkan sekitar 24 outcome documents, tetapi yang paling penting adalah dokumen yang akan di-highlight oleh Filipina, yaitu dokumen kaitan dengan menjaga stabilitas dan ketahanan kawasan, khususnya di bidang ekonomi pembangunan," jelas Ina.
Terkait Myanmar, dia menyebutkan bahwa pejabat non-politis Myanmar akan menghadiri KTT ASEAN 2026 di Cebu, Filipina.
"Seluruh negara ASEAN akan diundang dan mengenai kehadiran masih mengikuti rules and procedures yang sebelumnya, yaitu 10 negara pada tingkat leaders, dan sementara Myanmar akan ikut tetapi dihadiri oleh pejabat non-politis," jelas Ina.
Baca juga: Filipina perkuat kerja sama dan ketahanan ekonomi di KTT ASEAN
Sementara itu, Juru Bicara Kemlu RI Yvonne Mewengkang mengatakan Presiden RI Prabowo Subianto diundang untuk hadir mengikuti sejumlah agenda utama KTT ASEAN 2026, termasuk ASEAN Plenary dan Retreat Session.
Senada dengan Dirjen Kerja Sama ASEAN, Yvonne mengatakan bahwa fokus utama KTT ASEAN 2026 adalah merespons dampak konflik Iran dan AS terhadap ketahanan energi dan pangan di Asia Tenggara.
Menurut Yvonne, fokus utama KTT ASEAN tersebut juga menjadi fokus Pemerintah Indonesia guna memastikan respons kawasan ASEAN berjalan efektif dalam menghadapi dampak yang muncul, terutama di sektor energi.
KTT ke-48 ASEAN akan diselenggarakan di Cebu, Filipina, pada 7-8 Mei 2026, dengan tema "Navigating Our Future Together".
Baca juga: Kemlu: RI tetap pegang prinsip keadilan hadapi hambatan non-tarif UE
Pewarta: Cindy Frishanti Octavia
Editor: Fransiska Ninditya
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·