Semarang (ANTARA) - Universitas Diponegoro (Undip) Semarang melalui Fakultas Kedokteran menjalin kerja sama strategis dengan Tianjin Medical University (TMU), China, untuk melakukan riset bidang kedokteran.
Dekan FK Undip Prof. Dr. dr. Yan Wisnu Prajoko, Sp.B., Subsp.Onk(K), di Semarang, Selasa, menjelaskan bahwa kedua pihak sudah meneken perjanjian kerja sama.
Penandatanganan nota kesepahaman (MoU)dilakukan saat kunjungan ke TMU China, Sabtu (9/5), bersamaan dengan penyelenggaraan perhelatan International Symposium on Medical Education.
Menurut dia, kerja sama itu menandai era baru kolaborasi riset dan pendidikan dokter Undip di kancah internasional.
Ia menjelaskan bahwa kerja sama itu mencakup berbagai poin strategis, di antaranya pertukaran mahasiswa, kolaborasi riset dan publikasi, serta pengembangan program pendidikan dokter umum, spesialis, dan subspesialis.
"Kerja sama internasional dengan salah satu institusi medis terkemuka di Tiongkok ini merupakan langkah taktis Undip dalam memperluas jejaring akademik global dan meningkatkan standar kualitas pendidikan tinggi di Indonesia," katanya.
Baca juga: Undip gandeng Beijing University kerja sama program "double degree"
Melalui sinergi tersebut, Undip berkomitmen untuk membuka cakrawala baru bagi para calon dokter agar memiliki daya saing internasional yang kuat serta mampu membawa praktik kesehatan terbaik ke tanah air.
Kolaborasi strategis itu, kata dia, menjadi bukti nyata dedikasi Undip dalam membangun konektivitas global demi mencetak lulusan yang unggul, profesional, dan siap berkontribusi bagi kemajuan kesehatan masyarakat di tingkat dunia.
Pada simposium internasional yang mengangkat tema besar "AI Empowering International Education: Opportunities and Transformations in Global Student Mobility", Prof Yan juga didapuk menjadi salah satu pembicara utama, mewakili Rektor Undip.
Ia menyampaikan orasi ilmiah bertajuk "Transforming Medical Education in Indonesia: Integrating Artificial Intelligence, Global Mobility, and Oncology Training – Insights from Universitas Diponegoro".
Dalam paparannya, ia mengemukakan gagasan revolusioner mengenai transformasi pendidikan medis yang mengintegrasikan kecerdasan buatan (AI) dan pelatihan onkologi.
"Kerangka kerja ini dirancang untuk mengatasi kesenjangan kualitas pendidikan kedokteran di negara berkembang dengan memanfaatkan AI sebagai penggerak struktural," katanya.
Baca juga: Undip gandeng TU Berlin cari solusi atasi persoalan kawasan pesisir
Turut hadir, dr. Muflihatul Muniroh, M.Si., Med., Ph.D. (Wakil Dekan Akademik dan Kemahasiswaan FK Undip), dr. Nani Maharani, M.Si.Med., Ph.D. serta dr. Yuriz Bakhtiar, Ph.D., Sp.BS(K), FINPS.
Pewarta: Zuhdiar Laeis
Editor: Bambang Sutopo Hadi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·