WILAT Indonesia tumbuh jadi organisasi profesi perempuan

Sedang Trending 2 jam yang lalu

Jakarta (ANTARA) - Ketua Women in Logistics and Transport (WILAT) Indonesia Nurmaria Sarosa menyatakan bahwa dalam lima tahun, WILAT telah tumbuh menjadi organisasi profesi perempuan dengan anggota lebih dari 300 orang di empat kota besar.

"Dulu kami ditanya, 'Memangnya ada perempuan di logistik?' Hari ini, kami bersama anggota organisasi dan asosiasi lainnya duduk bersama pengambilan keputusan untuk memperjuangkan dan meningkatkan industri logistik dan transportasi Indonesia menjadi semakin baik lagi sehingga dapat berkompetisi di level global," ujarnya dalam keterangannya yang diterima di Jakarta, Jumat.

WILAT Indonesia memperingati hari jadi ke-5 pada Kamis (23/4) dengan tema Navigating Logistics Disruption Amid Rising Geopolitical Tension dan menggelar seminar yang dihadiri 200 perwakilan pemerintah, industri, akademisi, pelaku usaha, dan mitra global.

Nurmaria menegaskan peran strategis perempuan dalam menjaga ketahanan rantai pasok Indonesia di tengah ketidakpastian global.

Ketegangan geopolitik seperti konflik Laut Merah, konflik Selat Hormuz, perang dagang, dan krisis energi telah menaikkan tarif freight hingga 300 persen dan menambah lead time 14-21 hari. Sementara, biaya logistik Indonesia adalah yang tertinggi di banding negara ASEAN lainnya, yaitu sebesar 23 persen bila merujuk pada versi Bank Dunia.

WILAT Indonesia menilai kondisi tersebut bukan alasan menunggu, melainkan momentum memperkuat tiga hal, yakni agilitas melalui digitalisasi, diversifikasi rute dan memperbaiki dan memperkuat kualitas pemasok serta kolaborasi lintas sektor untuk mendorong multimodal dan green logistics.

"Sebagai pelaku industri, kami memiliki tanggung jawab untuk bisa bersama-sama pemerintah menurunkan biaya logistik Indonesia agar logistik dapat berkontribusi untuk pertumbuhan ekonomi (1 persen penurunan biaya logistik berkontribusi pada 0,1-0,3 persen pertumbuhan ekonomi)," ujarnya.

Dalam kesempatan HUT ke-5, WILAT Indonesia meluncurkan WILAT e-Bulletin untuk menyebarluaskan dan mencetak talenta perempuan di bidang digital freight, risk management, dan green supply chain.

"Masa depan logistik Indonesia tidak dibangun untuk perempuan, tetapi bersama dan oleh perempuan," kata Nurmaria.

Sementara, President CILT Indonesia Iman Gandhi yang menyampaikan WILAT Indonesia merupakan organisasi yang mumpuni dalam mengembangkan kompetensi perempuan di industri logistik dan transportasi.

Sedangkan, pakar logistik halal Marco Tieman menekankan industri logistik Indonesia memiliki kesempatan untuk bisa menerapkan logistik halal karena memiliki pasar yang sangat besar.

Baca juga: BPJPH wajibkan sektor logistik terapkan sertifikasi halal tahun ini

Baca juga: Indonesia-Denmark perkuat kerja sama dan edukasi logistik halal

Pewarta: Tasrief Tarmizi
Editor: Benardy Ferdiansyah
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.