Semarang (ANTARA) - Potensi besar Jawa Tengah untuk pengembangan ekosistem industri kendaraan listrik nasional mulai dilirik investor, salah satunya PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk yang dikenal sebagai industri kendaraan listrik.
Komisaris Utama VKTR Anindya N. Bakrie, di Semarang, Senin, menyampaikan bahwa Jateng bukan hanya lokasi investasi bagi VKTR, tetapi fondasi strategis untuk membangun lokalisasi industri kendaraan listrik nasional.
Hal tersebut disampaikannya saat sesi talkshow berfokus "Success Story dalam Melakukan Investasi dan Mengembangkan Usaha di Jawa Tengah", sebagai rangkaian Central Java Investment Business Forum (CJIBF) 2026.
Ia memandang Jateng bukan sekadar lokasi investasi, melainkan fondasi strategis dalam membangun rantai nilai kendaraan listrik komersial nasional yang terintegrasi, mulai dari manufaktur, rantai pasok, hingga operasional.
"Dengan kesiapan 'supply chain', khususnya industri karoseri, serta dukungan pemerintah daerah yang kuat, kami melihat potensi besar untuk mengembangkan ekosistem kendaraan listrik komersial yang terintegrasi dan berkelanjutan dari Indonesia untuk Indonesia," katanya.
Saat ini, VKTR telah membangun fasilitas perakitan di Magelang, Jateng, yang saat ini memiliki kapasitas produksi hingga 3.000 unit bus dan truk listrik per tahun, dengan rencana ekspansi hingga 10.000 unit.
Keunggulan utama Jateng terletak pada kesiapan rantai pasok industri karoseri, khususnya di wilayah Magelang dan sekitarnya yang telah lama dikenal sebagai salah satu pusat industri karoseri di Indonesia.
VKTR bermitra dengan Karoseri Tri Sakti untuk mengintegrasikan produksi kendaraan komersial listrik, mengingat dalam industri bus, sasis dan bodi (karoseri) merupakan satu kesatuan produk yang tidak terpisahkan.
Saat ini, produk bus listrik VKTR tipe 12 meter dan 8 meter telah memperoleh sertifikasi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) di atas 40 persen dari Kementerian Perindustrian.
Produk truk listrik VKTR juga telah mencapai TKDN di atas 30 persen berdasarkan "self-assessment", dan menargetkan peningkatan TKDN hingga di atas 60-80 persen pada 2030 sebagai langkah konkret dalam mendorong kemandirian industri nasional.
Lokasi Jateng juga memberikan keunggulan logistik yang signifikan, terutama dalam distribusi ke seluruh Pulau Jawa sebagai pasar utama transportasi dan logistik nasional.
Selain berpartisipasi dalam gelaran CJIBF, VKTR juga turut ambil bagian dalam penandatanganan Berita Acara Kerja Sama Pembangunan Berwawasan Lingkungan dan Ketahanan Energi bersama Pemerintah Provinsi Jateng.
Kerja sama tersebut, sekaligus mencakup penyusunan peta jalan (roadmap) pengembangan ekosistem kendaraan listrik dan industri hijau yang terintegrasi di Jateng.
Sementara itu,, Gubernur Jateng mengapresiasi atas kehadiran VKTR dan menjadikan bukti bahwa Jateng semakin dipercaya sebagai destinasi investasi yang progresif dan berorientasi masa depan,
"Dengan mengusung semangat kolaborasi, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terbuka untuk investasi dan mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk mengutamakan penggunaan produksi lokal," katanya.
Upaya tersebut tidak hanya mendorong pertumbuhan ekonomi, kata dia, tetapi juga menciptakan dampak nyata bagi Jateng, dari meningkatnya peluang kerja bagi masyarakat, tumbuhnya industri lokal hingga terbentuknya rantai pasok dalam negeri yang kuat dan berdaya saing.
Baca juga: Presiden resmikan pabrik di Magelang, VKTR komitmen pacu TKDN
Baca juga: VKTR targetkan pangsa pasar bus-truk listrik hingga 30 persen di 2030
Pewarta: Zuhdiar Laeis
Editor: Ahmad Wijaya
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
2 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·