Kediri (ANTARA) - Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati menegaskan pentingnya pengawasan secara ketat terhadap satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) agar beroperasi sesuai standar operasional prosedur (SOP) dikeluarkan Badan Gizi Nasional (BGN).
"Apabila kami temukan yang tidak sesuai akan kami laporkan ke BGN. Kalau banyak catatan yang kami temukan maka akan kami sarankan untuk ditutup," kata dia di Kediri, Sabtu.
Ia mengatakan hal itu terkait dengan penutupan sementara SPPG Tempurejo, Kecamatan Pesantren imbas dari keracunan menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) menimpa puluhan pelajar SD di daerah setempat.
Pengawasan di lapangan, katanya, juga sering dilakukan agar peristiwa serupa tidak terjadi lagi pada masa mendatang.
Ia juga mengingatkan SPPG yang belum melengkapi sertifikat laik higiene sanitasi (SLHS) agar segera melengkapi, sebab sertifikat ini salah satu syarat utama disusun BGN untuk SPPG bisa beroperasi.
"Beberapa waktu lalu kami telah rapat dengan seluruh SPPG dan yang belum memiliki SLHS, kami beri waktu untuk menyelesaikan. Jangan sampai melebihi batas waktu yang telah disepakati karena SLHS ini kan syarat utama," kata dia.
Baca juga: BGN hentikan sementara SPPG di Bengkulu Tengah
Gangguan kesehatan dialami sejumlah siswa di wilayah tersebut terjadi pada Rabu (22/4). Peristiwa ini dilaporkan terjadi pada siswa SDN Ketami 1, SDN Ketami 2, dan SDN Tempurejo 1, Kecamatan Pesantren.
Awalnya, dilaporkan 69 siswa mengalami keluhan, seperti mual, muntah, pusing, dan demam, namun kini menjadi 73 siswa.
"Kami telah berkoordinasi dengan BGN, sementara ini SPPG Tempurejo akan di-'suspend' (dihentikan). Dan nantinya kami akan menunggu hasil lebih lanjut dari keputusan BGN seperti apa," kata Mbak Wali, sapaan Wali Kota Vinanda Prameswati.
Ia menjelaskan berdasarkan hasil uji laboratorium ditemukan bakteri Escherichia coli (E.coli), sedangkan hasil survei kehigienisan ditemukan bahwa SPPG Tempurejo belum melakukan uji organoleptik.
Seluruh temuan tersebut, katanya, juga langsung dilaporkan kepada BGN.
Pihaknya menyebut kondisi 73 siswa terdampak keracunan tersebut saat ini sudah mulai membaik. Bahkan, para siswa sudah mulai masuk sekolah hari ini.
Namun, dari 73 siswa tersebut, masih lima anak belum bisa masuk sekolah. Hingga saat ini, Dinas Kesehatan terus melakukan pemantauan terhadap kondisi kesehatan mereka.
"Kami sudah lakukan tes kesehatan pada anak-anak dan kondisinya mulai stabil. Untuk yang belum masuk kami melakukan pemantauan terus. Alhamdulillah tidak ada yang dirawat di rumah sakit semua perawatan di rumah," kata dia.
Baca juga: Pemkot Kediri investigasi adanya laporan keracunan makanan MBG
Baca juga: Komisi I DPR cek dapur SPPG di Batam pastikan standar gizi terjaga
Pewarta: Asmaul Chusna
Editor: M. Hari Atmoko
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·