Warga Buol Apresiasi Sistem Pendidikan Humanis SPN Polda Sulteng

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Sistem pendidikan di Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Sulawesi Tengah mendapatkan apresiasi dari orang tua siswa hingga pimpinan DPRD Kabupaten Buol pada Selasa (28/4/2026). Pola pengajaran yang diterapkan Kepala SPN Polda Sulteng Kombes Seminar Sebayang dinilai mampu menjaga integritas serta memberikan layanan pendidikan berkualitas bagi para calon bintara.

Dilansir dari Detikcom, penghargaan terhadap kurikulum pendidikan ini muncul karena adanya keseimbangan antara pelatihan fisik dengan pembentukan karakter moral siswa. Para wali murid mengaku melihat langsung perubahan positif serta kenyamanan anak-anak mereka selama menjalani masa pendidikan di lembaga tersebut.

"Kami menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada SPN Polda Sulawesi Tengah atas sistem pembelajaran yang diterapkan kepada siswa saat ini," kata orang tua siswa bintara Polri asal Parigi Moutong, Muhammad Raihan.

Keluarga siswa juga memantau perkembangan pendidikan melalui berbagai kanal informasi dan kunjungan langsung untuk memastikan kualitas pengajaran. Penekanan pada aspek profesionalisme menjadi poin utama yang dirasakan oleh para wali murid selama proses pendidikan berlangsung.

"Kami merasakan mendengar, merasakan dan melihat baik melalui media sosial maupun melalui kunjungan orang tua siswa. Bahwa di SPN proses pembelajaran dan pengajar yang humanis sesuai dengan standar profesional kurikulum lembaga pendidikan dan pelatihan Kepolisian Negara Republik Indonesia menuju reformasi Polri," imbuh orang tua siswa tersebut.

Pihak keluarga menyatakan bahwa para siswa merasa tenang mengikuti pendidikan karena adanya penguatan pada sisi spiritual. Pola ini dianggap sangat krusial dalam membentuk fondasi mental calon anggota kepolisian masa depan.

"Ditambah lagi dengan cerita anak kami sehingga membuat keyakinan terhadap pembelajaran yang dilaksanakan di SPN, di mana pembelajaran yang dilakukan tidak hanya mengedepankan standar fisik dan keahlian teknis, tetapi juga sangat menitikberatkan pada pembentukan iman dan takwa sebagai pilar utama dalam mendukung mental dan moral siswa," ucap dia.

Harapan besar diletakkan pada pundak institusi agar terus mempertahankan standar tinggi ini demi melahirkan personel yang berintegritas. Fokus pendidikan tidak hanya terbatas pada ketangguhan fisik, tetapi juga tanggung jawab moral terhadap publik.

"Sistem pendidikan ini menunjukkan kesungguhan institusi dalam menciptakan Polri yang tidak hanya berani dan tangguh secara fisik tetapi juga bermartabat, bertanggung jawab dan paling utama berakhlak mulia dalam menjalankan fungsi pengabdian kepada masyarakat," ucap dia.

Kepercayaan publik semakin diperkuat dengan rekam jejak Kombes Seminar Sebayang yang sebelumnya telah mendapatkan pengakuan nasional lewat Hoegeng Awards 2025. Hal ini memberikan rasa aman bagi para orang tua terkait masa depan pembinaan anak mereka.

"Kami semakin yakin, semakin tenang bahwa pendidikan serta pembinaan anak kami di tangan yang benar-benar profesional dan berkomitmen tinggi terhadap kualitas dalam menjaga integritas Polri," ucap dia.

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Buol, Karmin O. Y. Kaimo, turut memberikan testimoni positif mengenai transparansi pendidikan di SPN tersebut. Ia menegaskan bahwa lingkungan pendidikan saat ini telah bersih dari praktik-praktik penyimpangan dan kekerasan verbal.

"Mengapresiasi pola pendidikan dan pengasuhan yang diterapkan oleh Kepala SPN Polda Sulawesi Tengah Kombes Pol Seminar Sebayang dalam mendidik bintara Polri di SPN Polda Sulteng, yang menekankan pola pendidikan secara profesional, humanis dan tanpa adanya kekerasan, tanpa adanya pungli, kata-kata rasis dan kasar," kata Karmin.

Politisi tersebut menambahkan bahwa keberhasilan pola asuh di SPN Sulteng berakar pada keteladanan yang ditunjukkan oleh para pendidik. Kedewasaan siswa dibentuk melalui pendekatan ibadah dan penguatan nilai-nilai kejujuran.

"Tapi mendidik dengan cara membangun kedewasaan dan kesadaran para siswa yang dimulai dengan penguatan iman dan ibadah, serta diikuti oleh keteladanan para pengasuh dan pendidik yang berintegritas," jelas dia.

Legislator asal Buol tersebut memproyeksikan bahwa lulusan dari sistem pendidikan ini akan menjadi pengayom masyarakat yang handal. Penguatan moral dianggap sebagai modal utama profesionalisme Polri.

"Kami yakin dan percaya pola pendidikan yang seperti ini akan melahirkan sosok Polri yang bermoral, profesional dan berintegritas dalam melindungi dan mengayomi masyarakat," pungkas Karmin.

Komisioner Kompolnas Gufron Mabruri juga melakukan peninjauan langsung terhadap fasilitas dan sarana prasarana pendidikan di lokasi tersebut. Ia sempat melakukan dialog mendalam dengan pimpinan SPN mengenai implementasi zona integritas.

"Minggu lalu saya juga sempat berkunjung dan ngobrol dengan Pak Seminar Sebayang sekalian ngecek Sarpras pendidikan di SPN Sulteng," kata Gufron.

Gufron mengonfirmasi bahwa gelombang apresiasi yang datang dari masyarakat dan lembaga legislatif merupakan dampak nyata dari komitmen antikorupsi di lingkungan sekolah. Pengakuan dari para peserta didik menjadi indikator keberhasilan reformasi internal SPN.

"Ka SPN Polda Sulteng, Kombes Seminar Sebayang penerima HA 2025 mendapat apresiasi dari peserta didik karena menerapkan zona integritas dan bebas korupsi di lingkungan SPN," katanya.