Waspada penipuan berkedok paket hilang kian marak di masyarakat ‎

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Jakarta (ANTARA) - ‎Modus penipuan berkedok paket hilang kian marak di tengah meningkatnya aktivitas transaksi digital, dengan pelaku mengatasnamakan perusahaan logistik untuk menipu korban.

‎"Ada Rp 9,1 triliun dana masyarakat yang dilaporkan hilang terkena scam ini," ujar Ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Friderica Widyasari Dewi dalam rapat kerja bersama Komisi XI DPR RI pada Maret 2026 dikutip dari keterangan resmi SPX Express pada Rabu.

‎Modus ini dilakukan dengan cara pelaku menghubungi korban melalui WhatsApp atau telepon, mengklaim adanya masalah pada paket seperti hilang atau perlu dikembalikan, lalu meminta data pribadi atau transfer uang.

Baca juga: Resi paket bisa jadi celah penipuan

‎Hasil penelusuran menemukan akun media sosial palsu yang mengatasnamakan perusahaan logistik, salah satunya akun Instagram @spx.express.info.center yang terlihat meyakinkan karena memiliki tanda verifikasi dan jumlah pengikut hampir 25 ribu. Namun, akun tersebut dipastikan bukan akun resmi oleh pihak SPX Express.

Sementara itu, SPX Express menegaskan perusahaan tidak memiliki akun Instagram resmi dan mengimbau masyarakat untuk tidak membagikan informasi sensitif, termasuk nama lengkap, detail akun, maupun tangkapan layar, kepada pihak tidak dikenal.

Baca juga: Waspada modus penipuan pengembalian paket e-commerce

‎Untuk menghindari penipuan, masyarakat diminta menggunakan kanal resmi. Pelacakan paket dapat dilakukan melalui situs resmi https://spx.co.id/id, sementara laporan dan pertanyaan dapat disampaikan melalui webform https://spx.co.id/customer-service-introduction atau layanan telepon di nomor +62 21 3950 0300.

‎Masyarakat juga diingatkan untuk waspada terhadap panggilan dari nomor tidak resmi yang mengatasnamakan perusahaan logistik serta selalu bertransaksi melalui kanal resmi.

‎Maraknya penipuan ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam bertransaksi digital agar tidak menjadi korban berikutnya.

Baca juga: Waspada! penipuan alamat paket hilang dari ekspedisi melalui SMS

Baca juga: OJK Bengkulu minta masyarakat waspada penipuan pesan dari kurir paket

Pewarta: Ida Nurcahyani/Niswah Qintara Rahmani
Editor: Siti Zulaikha
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.