Sejumlah pembocor rahasia atau whistleblower fenomena udara tak teridentifikasi (UFO) di Amerika Serikat melaporkan adanya serangkaian intimidasi dan tekanan berat setelah mengungkap informasi sensitif kepada publik. Ancaman ini dilaporkan mencakup risiko fisik hingga kematian misterius seorang perwira militer sebelum memberikan kesaksian di hadapan Kongres.
Jurnalis investigasi Jeremy Corbell mengungkapkan bahwa risiko yang dihadapi para whistleblower melampaui tekanan sosial biasa, melainkan menyasar keamanan pribadi dan keluarga mereka. Laporan mengenai situasi ini dilansir dari Detik iNET yang merujuk pada keterangan para saksi kunci tersebut.
"Mereka melepaskan security clearance, keamanan, bahkan mempertaruhkan keluarga hanya untuk mengatakan kebenaran," ujar Corbell.
Corbell menambahkan bahwa para informan ini sering kali merasa tidak memiliki perlindungan yang memadai setelah memutuskan untuk berbicara secara terbuka mengenai temuan mereka di militer.
"Mereka merasa tidak punya tempat untuk berlindung. Biayanya sangat besar, bahkan bisa mengorbankan segalanya," tutur Corbell.
Mengenai kematian salah satu saksi, Corbell menyoroti profil Matthew Sullivan, mantan perwira intelijen Angkatan Udara AS yang meninggal pada 2024. Sullivan dijadwalkan memberikan kesaksian terkait program UFO di Kongres sesaat sebelum kematiannya terjadi.
"Waktunya sangat tidak biasa. Ada banyak hal yang tidak diketahui publik dan sedang diselidiki," jelas Corbell.
Veteran Angkatan Udara AS, Dylan Borland, merupakan salah satu whistleblower yang mengaku mendapatkan pelecehan sistematis setelah bersaksi di hadapan Kongres pada 2025. Ia memberikan keterangan mengenai objek segitiga raksasa berwarna hitam metalik dengan efek plasma emas di dekat Pangkalan Angkatan Udara Langley, Virginia.
"Sejak bersaksi, saya dan keluarga mengalami pelecehan yang belum pernah kami alami sebelumnya," ungkap Borland.
Whistleblower lain bernama Matthew Brown juga melaporkan gangguan serupa sejak muncul ke publik pada Mei 2025. Brown mengklaim keberadaan program rahasia bernama Immaculate Constellation yang berfungsi mengumpulkan data fenomena udara tak teridentifikasi secara tertutup.
Brown menyatakan bahwa rumahnya pernah dibobol dan jaringan pribadinya disusupi sebagai bagian dari upaya untuk mendiskreditkan kredibilitas informasinya. Tekanan terhadap para saksi ini diduga dilakukan melalui kampanye disinformasi digital dan serangan terhadap status pekerjaan serta akses keamanan mereka.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·