Xi sebut Trump sepakat bangun hubungan China-AS yang stabil

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Beijing (ANTARA) - Presiden China Xi Jinping menyebut mitranya, Presiden Amerika Serikat Donald Trump sepakat untuk membangun hubungan Tiongkok dan AS yang stabil dan strategis serta berkelanjutan.

"Presiden Trump dan saya juga sepakat untuk membangun hubungan China-AS yang konstruktif dan memiliki stabilitas strategis, mendorong perkembangan hubungan China-AS yang stabil, sehat, dan berkelanjutan, serta membawa lebih banyak perdamaian, kemakmuran, dan kemajuan bagi dunia," kata Presiden Xi saat jamuan makan malam di Balai Besar Rakyat, Beijing, Kamis.

Jamuan malam sekaligus penyambutan Trump tersebut dilakukan setelah keduanya melakukan berbagai kegiatan sejak pukul 10.00 waktu setempat antara lain upacara kenegaraan, pertemuan bilateral selama 2 jam 15 menit, hingga kunjungan ke Kuil Langit.

"Ini adalah sebuah kunjungan bersejarah. Lebih dari 1,4 miliar rakyat China, dengan bertumpu pada warisan peradaban China yang kaya selama lebih dari 5.000 tahun, sedang memajukan modernisasi China secara menyeluruh melalui pembangunan berkualitas tinggi," ungkap Xi.

Xi menyebut China memulai Rencana Lima Tahun ke-15 pada tahun ini, dan pada saat yang sama merupakan peringatan 250 tahun kemerdekaan AS.

"Lebih dari 300 juta rakyat Amerika sedang menghidupkan kembali semangat patriotisme, inovasi, dan kewirausahaan, serta mengantarkan pembangunan AS menuju perjalanan baru. Rakyat China dan AS sama-sama merupakan rakyat yang besar," tambah Xi.

Perwujudan kebangkitan besar bangsa China dan upaya menjadikan Amerika kembali besar, menurut Xi, dapat berjalan beriringan.

"Kedua negara dapat saling mendukung keberhasilan satu sama lain dan memajukan kesejahteraan seluruh dunia," ungkap Xi.

Ia kemudian bercerita bahwa 50 tahun yang lalu Presiden Richard Nixon mengutus Menteri Luar Negeri AS saat itu Henry Kissinger untuk berkunjung ke China.

"China dan AS kemudian menjalankan 'diplomasi pingpong' melalui upaya bersama pemerintah dan rakyat kedua negara. Pintu hubungan kedua negara yang telah membeku selama lebih dari 20 tahun pun terbuka, dan hal itu menjadi tonggak penting dalam sejarah hubungan internasional kontemporer," tambah Xi.

Sejak saat itu, Xi menyebut China dan AS telah menuliskan banyak kisah persahabatan melalui keterbukaan dan kerja sama timbal balik.

"Dalam situasi baru, Presiden Trump dan saya, dengan menyadari sepenuhnya harapan rakyat kedua negara dan masyarakat internasional, telah beberapa kali mengadakan pertemuan dan percakapan telepon, serta menjaga hubungan China-AS secara umum tetap stabil," sebut Xi.

Hari ini, Presiden Xi mengaku Presiden Trump dan dirinya telah bertukar pandangan secara mendalam mengenai hubungan China-AS serta dinamika internasional dan regional.

"Kami sama-sama berpandangan bahwa hubungan China-AS merupakan hubungan bilateral paling penting di dunia saat ini. Hubungan ini harus dibuat berjalan baik, bukan dirusak karena kedua negara sama-sama akan memperoleh manfaat dari kerja sama dan sama-sama akan merugi akibat konfrontasi. Kedua negara seharusnya menjadi mitra, bukan rival," tegas Xi.

Terlebih jika melihat kembali perjalanan perkembangan hubungan China-AS, Xi mengatakan kedua negara dapat mewujudkan saling menghormati, saling berdampingan secara damai, dan bekerja sama dengan saling menguntungkan menjadi kunci bagi hubungan yang berkembang secara stabil.

"Hubungan China-AS menyangkut kesejahteraan lebih dari 1,7 miliar rakyat kedua negara dan memengaruhi kepentingan lebih dari 8 miliar penduduk dunia. Kedua negara harus bersama-sama memikul tanggung jawab sejarah ini dan mengarahkan kapal besar hubungan China-AS agar terus bergerak maju dengan stabil di jalur yang benar," kata Xi.

Ikut para pejabat kedua negara, ikut hadir dalam pertemuan tersebut anak Donald Trump, Eric Trump dan istrinya Eric Trump.

Hadir juga para pemimpin perusahaan asal AS dan China. Dari AS hadir Tim Cook (CEO Apple), Dina Powell McCormick (Presiden dan Wakil Ketua Meta), Jensen Huang (CEO NVidia), Brian Sikes (CEO Cargill), Elon Musk (CEO Tesla), Kelly Ortberg (CEO Boeing), Jane Fraser (CEO Citigroup), David Solomon (CEO Goldman Sachs), Larry Culp (CEO GE Aerospace), Cristiano Amon (CEO Qualcomm).

Kemudian Ryan McInerney (CEO Visa), Sanjay Mehrotra (CEO Micron Technology), Michael Miebach (CEO Mastercard), Larry Fink (CEO dan salah satu pendiri BlackRock), Stephen Schwarzman (CEO dan salah satu pendiri Blackstone), Jim Anderson (CEO Coherent), Jacob Thaysen (CEO Illumina), dan pimpinan Bursa Efek New York.

Sedangkan dari China hadir juga perwakilan dari Air China, Douyin, China International Capital Corporation, Haier Group, ICBC, Lenovo Group, Fuyao Glass Industry, Lens Technology, COFCO Group, Bank of China, Xiaomi Technology, COMAC, Wanda Group, COSCO Shipping, China Tourism Group, Hisense Group dan lainnya.

Para tamu disuguhi hidangan istimewa seperti ayam arak Hua Diao, ketan osmanthus, daging sapi lima rempah dan ubur-ubur mentimun untuk hidangan pembuka. Kemudian ada sup ayam tim, bebek panggang Beijing, ikan kerapu tutul kukus, udang kung pao, teripang masak daun bawang, sapi saus lada hitam, tumis sayuran, nasi goreng Yangzhou sebagai hidangan utama dan puding almond serta buah untuk hidangan penutup.

Baca juga: Xi Jinping: China dan AS harus jawab tantangan zaman bersama

Baca juga: Xi Jinping ke Trump: Mampukah China-AS hindari Jebakan Thucydides?

Pewarta: Desca Lidya Natalia
Editor: Arie Novarina
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.