Jakarta (ANTARA) - Pebasket Tangerang Hawks Basketball Yesaya Saudale berhasil menggenggam gelar Indonesian Basketball League (IBL) Most Improved Player 2026, setelah tampil impresif pada musim pertamanya bersama klub tersebut dan menunjukkan peningkatan statistik signifikan dibandingkan musim 2025.
"Dia (Yesaya Saudale) meraih poin tertinggi dibandingkan empat kandidat lainnya," kata Direktur Utama IBL Junas Miradiarsyah saat dihubungi ANTARA di Jakarta, Sabtu.
Guard itu tampil menonjol bersama Tangerang Hawks sepanjang musim reguler IBL 2026.
Penghargaan tersebut menjadi gelar individu pertama bagi dia sejak memulai karir profesional di IBL pada 2022.
Sebelumnya, pemain berumur 24 tahun itu sudah pernah merasakan gelar juara liga dan tampil dalam ajang All-Star.
Kepindahan dari Pelita Jaya Jakarta ke Hawks pada akhir musim 2025 menjadi titik balik untuk performa Yesaya. Bersama klub barunya, dia dipercaya memainkan peran lebih besar dan menjadi salah satu motor permainan tim.
Sepanjang musim reguler tahun 2026, dia tampil dalam 17 pertandingan dan tiga kali absen akibat cedera.
Baca juga: Rio Disi ukir sejarah dengan raih tiga gelar Sixth Man of The Year IBL
Yesaya membukukan rata-rata 7,9 poin per laga (ppg), 5,5 rebound per laga (rpg), 6,1 assist per laga (apg), dan 2,6 steal per laga (spg).
Catatan tersebut meningkat tajam dibandingkan musim sebelumnya ketika dia hanya menorehkan rata-rata tiga ppg, 1,7 rpg, dan 1,9 apg.
Peningkatan kontribusi itu juga tidak lepas dari bertambahnya menit bermain. Jika musim lalu Yesaya hanya bermain rata-rata 11,6 menit per gim, maka musim ini dia memperoleh kepercayaan dengan tampil hingga 31,1 menit per laga.
Dalam pemungutan suara penghargaan, Yesaya memperoleh 10 suara peringkat pertama dari total 21 pemilih. Raihan tersebut membuatnya mengumpulkan 159 poin dan unggul atas Antoni Erga dari Bogor Hornbills, yang finis di posisi kedua dengan 142 poin.
Posisi berikutnya ditempati Sulthan Fauzan (Tangerang Hawks Basketball), Patrick Nikholas (Dewa United Banten), dan Samuel Devin Susanto (Rajawali Medan).
Sistem voting IBL Awards 2026 melibatkan total 21 pemilih yang terdiri atas 11 pelatih kepala, serta analis bola basket dan perwakilan media sebanyak 10 orang.
Setiap pemilih memberikan poin berdasarkan peringkat pemain, yakni 10 poin untuk posisi pertama, tujuh poin posisi kedua, lima poin posisi ketiga, tiga poin posisi keempat, dan satu poin posisi kelima.
Baca juga: Yudha Saputera raih gelar Pemain Bertahan Terbaik IBL 2026
Baca juga: Rio Disi sabet gelar IBL Local MVP 2026
Pewarta: Donny Aditra
Editor: Eka Arifa Rusqiyati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·